Desa Sukamanah Harus Dicontoh Desa Lain

BANDUNG, (PRLM).-Desa Sukamanah, Kab Bogor masuk dalam sepuluh besar desa terbaik nasional. Prestasi ini menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat (Jabar) Wawan Ridwan harus dicontoh sekitar 5.200 desa lain di Jabar.

Keunggulan desa ini di antaranya memiliki pasar desa, tidak ada siswa SD dan SMP yang dikeluarkan sebelum lulus (drop out), SMA gratis untuk siswa miskin, ada beasiswa, layanan kesehatan memadai, dll.

"Sukamanah ini secara bertahap dari kabupaten, masuk ke provinsi, hingga masuk ke pemerintah pusat. Desa Sukamanah masuk sepuluh besar untuk dilombakan dengan pesaing dan dinilai kemendagri. Tim verifikasi Kemendagri akan ke Bogor untuk mengecek langsung," kata Wawan.

Wawan saat ditemui usai Menerima Tim Verfikasi Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Nasional dari Kemendagri, di Ruang Papandayan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, (11/7/2013) mengatakan adanya pasar desa membuat roda perekonomian menjadi berputar di Desa Sumakamanah. Padahal biasanya di tempat-tempat lain, pasar sebagian besar ada di tingkat kecamatan.

"Ini menjadi model di Jabar dan contoh bagi desa lain. Salah satu manfaatnya, kita bisa menemukan yang terbaik. Sebenarnya Kelurahan Larangan Kab. Cirebon juga kita unggulkan sayangnya tidak masuk ke sepuluh besar," kata Wawan.

Perlakuan pemerintah pada desa-desa yang ada di Jabar pada umumnya sama. Sehingga menurut Wawan, desa lainnya juga punya potensi dan bisa menaikkan nilai-nilai positif yang ada. (A-199/A-89)***

Baca Juga

Pesantren BPPI Berikan Santunan untuk 400 Duafa

BANDUNG,(PR).- Pesantren BPPI Jln. Kapur, Bojong Cijerah, memberikan santunan Ramadan kepada 400 orang duafa di sekitar pesantren. Santunan diberikan sebagai tradisi tahunan pesantren kepada yatim piatu, fakir miskin, dan jompo di wilayah Kec. Bandung Kulon.

Blanko SIM Kosong, Sementara Diganti Kartu Resi

SOREANG, (PR).- Satuan Lalu lintas Polres Bandung mengeluarkan kartu resi sebagai pengganti surat izin mengemudi (SIM). Hal tersebut karena blanko SIM habis.

Menurut kepolisian, habisnya blanko SIM ini tidak hanya terjadi di Bandung. Seluruh daerah di Indonesia mengalami hal serupa.