Kepastian Nama-nama Calhaj Yang Berangkat Ditentukan pada Minggu (14/7/2013)

BANDUNG, (PRLM).-Nasib jemaah calon haji (calhaj) yang akan berangkat ke Tanah Suci maupun masuk ke daftar tunggu akan ditentukan pada Minggu (14/7/2013).

Kementerian Agama (Kemenag) pusat akan mengumumkan daftar-daftar calhaj yang akan berangkat melalui situs www.kemenag.go.id.

“Insya Allah semuanya akan jelas pada Minggu (14/7/2013) sehingga calhaj tak perlu resah lagi. Kalau berangkat haji tahun ini harus disyukuri, namun kalau tertunda keberangkatannya musti sabar,” kata Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jabar, H. A. Bukhari, M.M, di ruang kerjanya, Senin (8/7/2013).

Diberitakan sebelumnya, akibat perluasan Masjidilharam yang belum selesai sehingga kuota haji negara-negara di dunia dikurangin sampai 20 persen pada tahun ini.

Dengan jumlah jemaah haji reguler dan haji plus Indonesia sebesar 211.000 orang diperkirakan akan ada 42.200 orang yang tertunda keberangkatan hajinya.

Lebih jauh Bukhari mengatakan, awalnya Kemenag mengeluarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 62/2013 yang berisi petunjuk kriteria calhaj yang akan terkena pengurangan kuota.

Dalam PMA No. 62/2013 ada tiga kriteria calhaj yang tertunda keberangkatannya, yakni calhaj lanjut usia, calhaj yang sudah pernah berhaji, dan calhaj yang memiliki keterbatasan fisik seperti memakai kursi roda.

“Namun dengan adanya PMA No. 63/2013 sehingga kriterianya berubah yakni pengurangan kuota berdasarkan awal mendaftar. Kaum Muslimin yang lebih awal mendaftar di Bank Penerima Setoran (BPS) Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) akan lebih dulu diberangkatkan ke Tanah Suci,” katanya.(A-71/A-89)***

Baca Juga

Mensos Berikan 'Trauma Healing' Bagi Korban Banjir Bima

BIMA, (PR).- Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memberikan trauma healing untuk anak-anak korban banjir bandang di Bima, Nusa Tenggara Barat. Di posko pengungsian, Mensos memberikan aneka permainan dan hiburan untuk menghilangkan trauma mereka akibat bencana yang menimpanya.

Penambangan Liar Rugikan Negara Triliunan Rupiah

JAKARTA, (PR).- Kasus penambang liar (Gurandil) di Bogor, Jawa Barat, mendapat perhatian dari anggota Komisi III DPR RI. Apalagi selama ini, penambangan liar tidak hanya merugikan negara tapi juga merusak alam yang pada akhirnya menimbulkan bencana.

Aher Kalah Populer Dibanding Ahok

JAKARTA, (PR).- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan kalah populer dibandingkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Hal ini dilihat berdasarkan riset Indonesia Indicator (I2) terkait sorotan media massa terhadap kinerja kepala daerah.