Dekrit Presiden November 2012 Jadi Salahsatu Faktor Mursi Digulingkan

KAIRO, (PRLM).- Secara ringkas, penyebab massa oposisi Mesir termasuk Tamarod dan kelompok garis keras Salafiyah yang diwakili Partai Nour menolak Mursi adalah karena empat hal berikut ini : dominasi Ikhwanul Muslimin dalam pemerintahan dan parlemen, memburuknya ekonomi (lebih buruk ketimbang era Mubarak), dekrit Presiden 22 November 2012, dan pelanggaran HAM.

Seperti diketahui,usai partai FJP (Kebebasan dan Keadilan) bentukan Ikhwanul menang pada pemilihan umum Mei 2012 lalu, parlemen yang dikuasai Ikhwanul memaksakan konstitusi Mesir berbau syariah yang menyebabkan anggota parlemen dari kubu liberal, nasionalis, sekuler, koptik, mengundurkan diri.

Kemudian, aksi Mursi yang menerbitkan dekrit pada November 2012 juga membuat massa oposisi semakin kecewa. Dekrit presiden tersebut dinilai sebagai tindakan otoriter Mursi. Kendati pengesahan dekrit dilakukan lewat referendum. Kenyataannya hanya 32 persen pemilih yang hadir. Massa oposisi memboikot itu sehingga perpecahan yang ada saat ini bukan hal yang aneh.

Sejumlah pengamat mengatakan, Ikhwanul sebenarnya sejak Mubarak lengser, sadar kalau mereka akan menghadapi perlawanan jika memilih ikut dalam pemerintahan. Oleh karena itu, Ikhwanul sempat menyatakan tak berminat ikut serta dalam pemerintahan. Namun, tiba-tiba mereka berubah pikiran. Mursi pun dicalonkan beberapa jam sebelum penutupan masa pendaftaran capres. Kini, apa yang dikhawatirkan Ikhwanul itu terbukti. (A-133/A-108)***

Baca Juga

Satu Tersangka Pembunuh Kim Jong Nam Terimbas Racun VX

KUALA LUMPUR, (PR).- Satu dari dua tersangka pembunuh Kim Jong Nam terkena dampak racun VX yang digunakan untuk membunuh saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tersebut. Hal tersebut diungkapkan Kepala Polisi Malaysia, Khalid Abu Bakar, Jumat, 24 Februari 2017.

Erdogan Meradang, Hubungan Turki-Jerman Menegang

ANKARA, (PR).- Ketegangan antara Turki dan Jerman meningkat pada Jumat. 3 Maret 2017, setelah pemerintah Ankara menuding Berlin berupaya untuk memengaruhi suara warga Turki di Jerman untuk tak memilih Recep Tayyip Erdogan pada refernedum 16 April mendatang.

Cegah Krisis Diplomatik, Belanda Ajak Turki Dialog

ROTTERDAM, (PR).- Setelah berseteru dengan Jerman, Turki kini juga bersitegang dengan Belanda. Pemicunya masih sama, terkait dengan kampanye referendum Turki yang akan digelar 16 April mendatang.