Headlines

Wamen PU Targetkan Penyelesaian Jalan Tol Cikapali Tahun 2015

MAJALENGKA,(PRLM).- Wakil Menteri Pekerjaan Umum Achmad Hermanto Dardak targetkan penyelesaian ruas tol Cikampek-Palimanan-Kertajati selesai tahun 2015, sehingga di tahun tersebut sudah bisa dilintasi oleh angkutan lebaran.

Hal tersebut disampaikannya pada saat memantau pengerjaan ruas tol wilayah di wilayah V dan IV yang berada di Majalengka yakni Desa Majasuka, Kecamatan Palasah dan Sumberjaya, Selasa (2/7/2013).

Menurut Wamen PU, pemadatan seluruh ruas tol diharapkan bisa selesai pada Agustus tahun 2014 mendatang berikut dengan pengerjaan gorong-gorong, jemnbatan dan infrastuktur pendukung lainnya.

Target tersebut setelah dikurangi musim penghujan yang akan menghambat pengerjaan pengerasan dan pembangunan fisik.

“Pada umumnya pekerjaan dinilai bagus sesuai jadwal yang ditentukan, progres juga aman walaupun ada sedikit hambatan karena faktor curah hujan,” ungkapnya.yang mengapresiasi pengerjaan wilayah seksi V.

Pengerjaan ruas tol di wilayah Kabupaten Majalengka sebagian kini baru pada tahap pembukaan jalan sebagian lagi sudah mulai melakukan pemadatan dengan menggunakan tanah merah.

Pembukaan jalan dengan mensiagakan sejumlah alat berat berada di wilayah Kecamatan Kertajati dan Dawuan, sedangkan wilayah Kecamatan Palasah, sebagian Sumberjaya dan jatiwangi sudah mulai dilakukan pemadatan.

Namun pelaksanaan pemadatan tersebut sedikit terhambat oleh matrial tanah terkait belum adanya ijin lokasi penambangan tanah di wilayah etsrebut.

Diperoleh informasi belum turunnya ijin tersebut, Pemerintah Kabupaten Majalengka berharap ada penelitian terlebih dulu menyankut analisa dampak lingkungan serta akses jalan menuju dan dari lokasi galian sehingga tidak menganggu masyarakat.

Selama ini pemadatan ruas jalan tol matrialnya berasal dari lokasi penambangan di Desa Majasuka, Kecamatan Palasah yang sebagian besar tanahnya dianggap paling layak.

Lokasi tanah di wilayah tersebut seluruhnya milik masyarakat setempat tidak begitu jauh dari ruas tol yang sedang dibangun, tepatnya hanya sejauh beberapa ratus meter saja dari ruas tol yangsedang dibangun.

Sementara itu sebagian masyarakat pemilik lahan di sejumlah kecamatan di Majalengka masih ada yang belum bersdia mengambil ganti rugi lahan yang sudah di konsinyasikan di Pengadilan Negeri Majalengka.

Alasannya harga ganti rugi yang diberikan dinilai masih terlalu murah dan lebih murah dibanding masyarakat lainnya yang sduah lebih dulu menerima ganti rugi lahan.

Namun demikian Bupati Majalengka H. Sutrisno menilai ganti rugi lahan sudah selesai dilaksanakan terkait uang yang sudah dikonsinyasikan di Pengadilan Negeri. Sehingga segala urusan menyankut ganti rugi lahan berhubungan dengan PN.(C-28/A-89)***

Komentari di Facebook !