Lima Paslon Pilwalkot Banjar Sama-sama Optimistis

NURHANDOKO/"PRLM"
NURHANDOKO/"PRLM"
LIMA pasangan calon bersama komisioner KPUD Kota Banjar usai pengundian nomor urut calon Wali dan wakil Wali Kota Banjar yang berlangsung di Gedung Banjar Idaman (GBI) Selasa (2/7/2013).*

BANJAR ,(PRLM).-Lima pasangan calon optimistis menang dalam Pemilihan Wali Kota dan wakil Wali Kota (Pilwalkot) Banjar. Mereka juga menyatakan nomor undian yang didapat merupakan pilihan terbaik serta membawa keberuntungan.

Mereka mengutarakan hal itu usai mengikuti Launching penetapan dan penentuan nomor urut pasangan calon Wali dan Wakil wali Kota Banjar tahun 2013, yang digelar di Gedung banjar Idaman (GBI), Selasa (2/7/2013).

Hasil pengundian tiga pasangan calon diraih dari jalur perseorangan atau independen, sedangkan dua lainnya diraih pasangan yang didukung partai politik.

Sesuai dengan hasil undian, dalam sidang pleno yang dipimpinKketua KPU Kota Banjar , Nur Rifai didampingi empat komisioner, yang mendapat nomor urut 1 adalah pasangan H. Maman Suryaman - Wawan Ruswandi. Nomor urut 2, pasangan dr.H. Ijun Judasah SpS - R. Mochammad Shodiq, SA. Nomor urut 3 adalah pasangan Kol.(purn) CZI H. Herli Rusli Suyatin SIP,MM- Wawan Gunawan SmAk.

Kemudian pasangan nomor urut 4 yakni Hj. Ade Uu Sukaesih, SIP MSi - drg. H. Darmadji Prawirasetia, MKes , diusung oleh Partai Golkar serta mendapat dukungan dari PKS, PPP, PAN , PKB, Gerindra serta PKPI.

Pasangan ke 5 adalah H. Akhmad Dimyati SIP - KH. Muin Abdurrochim ,dan didukung. Pasangan tersebut diusung PDIP serta didukung PBB.

"Bagi kami nomor urut 1 adalah nomor keberuntungan serta berkah. Dimana pun yang jara adalah nomor satu. Dan kami siap memenangkan Pilkada serta membawa tonggak perubahan bagi Kota Banjar," tutur Calon nomor 1 Wali Kota Banjar , Maman Suryaman.

Tidak kalah beruntungnya juga dikemukakan pasangan nomor 2. Calon Wali Kota nomor urut 2, Ijun Judasah mengatakan bahwa nomor yang diraihnya bakal membawa berkah. Sesuai dengan visi misi untuk membawa masyarakat Kota banjar yang lebih mandiri.

"Kami optimis dapat meraih banyak dukungan. minimal kami sudah mengantongi 30 persen suara. Nomor urut 2 adalah nomor yang selama ini kami idamkan," tuturnya.

Sementara itu bagi pasangan Heri Rusli - wawan Gunawan, bahagia dengan nomor urut yang diperolehnya. Yang penting, adalah membuktikan kerja keras bagi kesejahteraan masyarakat Kota Banjar.

"Kami bakal membawa perubahan Banjar menjadi lebih baik dalam segala bidang. Banjar membutuhkan pemimpin yang handal dalam semua hal," katanya.

Bagi calon wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih, nomor urut 4 adalah angka yang bakal membawa keburuntungan serta berkah.

Terlebih saat ini tengah digalakkan tentang empat pilar kebangsaan, sehingga nomor empat bakal mampu membawa masyarakat lebih sejahtera.

"Saya percaya masyarakat sudah cerdas dalam menetukan pilihan mana yang paling bagi bagi Kota banjar. Pemilih sudah rasional dan tidak emosional. Nomor empat adalah nomor yang baik, akan tetapi semua nomor itu juga bagus. Kami optimis menang dalam satu kali putaran," kata Ade uu Sukaesih yang tidak lain adalah istri Wali Kota Banjar Herman Sutrisno.
Sementara itu calon Wali Kota Banjar Akhmad Dimyati menilai bahwa nomor urut 5 merupakan takdir dan harus disyukuri segenap hati.

Bagi Dimyati yang saat ini Wakil wali Kota Banjar, bergabungnya ulama dan kyai merupakan modal kuat untuk membawa Kota Banjar menjadi lebih maju dan sejahtera.

"Saya dipasangkan dengan ulama juga merupakan berkah. Sehingga klop sudah menjadi pasangan yang nasionalis dan agamis. kami bertekad untuk bisa lebih men yejahterakan masyarakat. Kami berharap kalangan banteng untuk kembali ke kandang," ujarnya.

Terpisah Ketua KPU Kota Banjar Nur Rifai ,menguatakan bahwa pengundian nomor urut pasangan calon merupakan salah satu tahaan penting dalam Piwalkot Banjar.

Dengan pengundian tersbeut, masyarakat dapat lebih memahami pasangan calon yang bakal dipilihnya.

"Masih ada beberapa tahapan lagi seperti penyampaian visi misi di DPRD, kampanye dan lainnya. kami terus berupaya semua tahapan berjalan sesuai dengan rencana," katanya.

Dia menambahkan saat ini KPU tengah melakukan perbaikan daftar pemilih. HA itu dilakukan karena saat ini ada perubahan jumlah pemilih dibandingkan dengan pemilihan gubernur Jabar beberapa waktu lalu.

"Salah satunya adalah adanya nama yang dobel, selain itu juga nama dalam daftar yang tidak ditemukan, karena sudah berpindah tempat. Kami menggunakan data yang dinput dari Catatan Sipil dan Penduduk," ungkap Nur Rifai.(A-101/A-89)***

Komentari di Facebook !