Crisis Center BNP2TKI Tangani 12.270 Kasus TKI

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).-Sejak didirikan pada 27 Juni 2011 dan kini berusia dua tahun, pusat layanan pengaduan Crisis Center Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) telah menangani aduan kasus TKI sebanyak 12.270, baik disampaikan oleh calonTKI/TKI, keluarga TKI, ataupun masyarakat luas.

Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat di Jakarta, Kamis (27/6/2013), mengatakan, dari 12.270 aduan permasalahan TKI itu, sebanyak 7.324 (59,69 persen) kasusnya terselesaikan dan 4.946 (40,31 persen) dalam upaya penyelesaian.

"Proses penuntasan kasus aduan TKI dilakukan dengan mekanisme internal BNP2TKI beserta jajaran Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) di bawahnya, di samping bekerjasama unsur perwakilan RI (KJRI/KBRI), Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS), perusahaan asuransi TKI, hingga melibatkan antar instansi pemerintah tingkat pusat atau daerah dalam sektor pelayanan TKI," ujarnya.

Jumlah 12.270 itu merupakan pengaduan terverifikasi sampai 27 Juni 2013 melalui telepon bebas pulsa 24 jam dari dalam negeri pada Call Center 0800-1000, SMS 7266, email: halotki@bnp2tki.go.id, faksimili +6221 29244810, korespondensi atau surat menyurat, termasuk pelayanan tatap muka di kantor Crisis Center BNP2TKI Jalan MT Haryono Kav 52, Pancoran, Jakarta Selatan. Sedangkan pengaduan telepon dari luar negeri namun tidak bebas pulsa menggunakan +6221 29244800.

Jumhur mengatakan, 12.270 aduan kasus TKI terjadi di 76 negara dan sebagiannya di tanah air sebelum TKI diberangkatkan.

Sedangkan permasalahan yang diadukan mencakup 44 kasus seperti TKI gagal penempatan (berangkat), gaji di bawah standar, gaji tidak dibayar, putus komunikasi dengan keluarga, TKI sakit atau rawat inap, kabur dari rumah majikan, dan meninggal di luar negeri.

Permasalahan lainnya, TKI ingin dipulangkan ke tanah air, pemalsuan dokumen keberangkatan, pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak, penganiayaan, pelecehan seksual, kecelakaan di tempat kerja,

TKI dalam penahanan penjara/kasus hukum, TKI hamil, TKI unfit (tidak sehat) saat tiba di negara tujuan, depresi, kasus penahanan paspor TKI oleh PPTKIS, masalah asuransi TKI, dan sebagainya.

Dicontohkan, dari 76 negara asal kasus TKI, terdapat 10 besar negara yang tingkat pengaduan kasus TKI-nya tinggi. Ke-10 negara itu adalah Arab Saudi, Malaysia, Yordania, Uni Emirat Arab (UEA), Suriah, Taiwan, Kuwait, Singapura, Qatar, dan Oman. (A-78/A-89)***

Baca Juga

Investasi Jangan Dikaitkan dengan Memasukkan Tenaga Kerja ke Indonesia

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- Anggota DPR Lili Asdjudiredja mengingatkan pemerintah untuk membatalkan saja investasi infrastruktur dari Tiongkok sebesar Rp 850 triliun yang dengan persayaratan dimasukkannya tenaga kerja dari negara tersebut ke Indonesia yang akan mengerjakan proyek tersebut.

BI Optimistis Ekonomi akan Membaik pada Triwulan III-IV Tahun 2015

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- Meskipun perlambatan masih berlanjut di triwulan II tahun 2015, hanya tumbuh 4,67%, Bank Indonesia (BI) memprediksi pada triwulan III dan IV tahun 2015 ekonomi akan membaik.

Pedagang Sapi Terancam Gulung Tikar

EKONOMI

SUKABUMI, (PRLM).- Para pedagang daging sapi mengaku merugi. Apalagi sudah tiga pekan terakhir ini, para pembeli sudah jarang membeli dagangannya seiring lonjakan harga yang cuku signifikan.

Bulog Diberi Kewenangan Stabilkan Harga Daging

EKONOMI

JAKARTA,(PRLM).- Terkait dengan melambungnya harga daging sapi di pasaran, yang berujung pada aksi mogok sejumlah pedagang daging di beberapa daerah, Menko Perekonomian Sofyan Djalil mengemukakan, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, Mendag Rahmat Gobel, dan Dirut Perum Bulog Djarot Kusumay