Jelang Puasa, Ribuan Petasan Diamankan

PETUGAS Polsek Arjawinangun menunjukkan ribuan butir petasan berbagai jenis yang disita dari tersangka AS (32), Rabu (26/6/2013). Tersangka AS yang mengedarkan petasan tanpa izin, akan dijerat Perda tentang Gangguan Keamanan dengan ancaman enam bulan penj
HANDRIANSYAH/PRLM
PETUGAS Polsek Arjawinangun menunjukkan ribuan butir petasan berbagai jenis yang disita dari tersangka AS (32), Rabu (26/6/2013). Tersangka AS yang mengedarkan petasan tanpa izin, akan dijerat Perda tentang Gangguan Keamanan dengan ancaman enam bulan penjara atau denda Rp 50 juta.*

SUMBER, (PRLM).- Kepolisian Sektor Arjawinangun mengamankan ribuan butir petasan dari tangan AS (32), warga Desa Junjang, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Rabu (25/6/2013) malam. Petasan yang dibeli dari Kabupaten Indramayu tersebut rencananya akan dijual tersangka di sekitar rumah kontrakannya.

Kapolsek Arjawinangun Ajun Komisaris Lula Wira Sutriyana mengatakan, penangkapan tersangka berawal dari informasi masyarakat yang resah dengan maraknya anak-anak yang menyalakan petasan beberapa malam terakhir. “Akhirnya kami gerebek rumah yang dicurigai sebagai tempat tinggal orang yang menjual petasan kepada anak-anak di sekitarnya,” ujar Wira di Mapolsek Arjawinangun, Rabu (26/6/2013).

Benar saja, aparat menemukan empat kemasan bal besar yang dicurigai di kamar tersangka. Setelah dibuka, ternyata kemasan bal tersebut memang berisi ribuan butir petasan berbagai jenis. Setelah dihitung, petasan berbagai jenis tersebut berjumlah sektiar 36.000 butir. Polisi pun kemudian menggelandang tersangka ke Mapolsek bersama barang bukti yang ditemukan.

Setelah diperiksa, tersangka mengaku mendapatkan petasan tersebut dari wilayah Indramayu. Ia membeli lima bal petasan untuk dijual di Arjawinangun dan sekitarnya. Saat ditangkap, tersangka sudah menjual habis satu bal petasan.

Menjelang Ramadan, kata Wira, pihaknya memang akan terus melakukan operasi terhadap setiap aktifitas yang mengganggu ketertiban dan keamanan. Tidak hanya petasan, peredaran minuman keras (miras) atau perjudian juga menjadi target penyakit masyarakat yang akan ditindak tegas. (A-178/A_88)***

Baca Juga

SABILA dari  SMPN 41 Bandung membacakan puisi berjudul "Potret Kota" karya Deddy Koral, saat mengikuti Lomba Baca Puisi Majelis Sastra Bandung, di Kebun Seni Tamansari, Jln. Tamansari, Kota Bandung, Kamis (3/11). Lomba baca puisi antar pelajar SLTP dan SL

290 Puisi Ramadan Berebut Perhatian Juri

BANDUNG, (PR),- Sebanyak 126 orang mengirim puisi pada lomba Menulis Puisi yang digelar Majelis Sastra Bandung. Rata-sata peserta mengirim dua dan tiga puisi. Itu artinya ada sekitar 290 puisi yang harus dibaca oleh dewan juri.