Sejumlah Calon Haji Pasrah Jika Terkena Pengurangan Kuota Haji 20 Persen

JAWA BARAT

SUMEDANG, (PRLM).- Sejumlah calon haji mengaku pasrah jika tidak berangkat haji tahun ini akibat terkena pengurangan kuota haji 20 persen. Bahkan mengingat berangkat ke Tanah Suci merupakan ibadah, sehingga apapun keputusan dan kebijakan pemerintah nanti akan diterima secara lapang dada dengan penuh keikhlasan.
“Seandainya saya terkena pemangkasan kuota 20 persen, saya pasrah saja. Mungkin itu jalan yang terbaik yang diberikan Allah SWT kepada saya,” kata salah seorang calon haji, Nono Saepudin (64) ketika ditemui di rumahnya di Desa Gunasari, Kec. Sumedang Selatan, Minggu (23/6/13).

Ia tak memungkiri dampak pengurangan kuota haji 20 persen, membuat calon haji banyak yang resah dan kecewa, khawatir mereka tak jadi berangkat tahun ini. Hal itu perlu dimaklumi. Selain sudah menunggu bertahun-tahun, juga sudah kadung banyak masyarakat yang tahu dan melaksanakan syukuran.

“Akan tetapi, saya pribadi tidak sampai seperti itu. Apalagi ini ibadah, saya ingin bersih niat dan ikhlas dalam melaksanakan ibadahnya supaya diberi kelancaran dan keselamatan. Oleh karena itu, saya akan legowo jika terkena pemangkasan. Meski demikian, saya tetap berdoa supaya bisa berangkat haji tahun ini bersama istri. Apalagi tahun ini, bersamaan menjelang akhir masa jabatan saya sebagai kepala Desa Gunasari. Di Desa Gunasari sendiri, ada 6 orang calon haji, termasuk saya dan istri, ” ujar Nono.

Ia mengatakan, pihak Kemenag Kab.Sumedang sebelumnya sudah menyosialisasikan terkait pengurangan kuota haji 20 persen, termasuk dampaknya. Sosialisasi itu disampaikan saat manasik haji di Kec. Sumedang Selatan. Kemenag mengimbau kepada semua calon haji untuk tetap tenang, terus berdoa serta tidak terlalu berharap bisa berangkat haji tahun ini, Sebab, ketika tidak jadi berangkat, calon haji tidak terlalu sakit hati dan kecewa. “Kemenag pun mengatakan, ibadah haji merupakan panggilan Allah SWT. Ketika Allah SWT mengizinkan berangkat tahun ini, niscaya berangkat. Begitu pula sebaliknya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak Kemenag pun mengatakan kriteris calon haji yang bakal terkena pengurangan kuota haji 20 persen, di antaranya yang belum melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), nomor urut buncit dan yang sudah berhaji. Terlepas siapa calon haji yang terkena pengurangan kuota haji 20 persen, yang pasti Kemenag akan mengumumkan nama-nama calon haji yang akan berangkat haji tahun ini melalui media massa.

“Bagi yang sudah berhaji, memang perlu dicoret. Lebih baik mengalah, untuk memberikan kesempatan kepada calon haji yang belum berangkat,” kata Nono. (A-67/A-108)***

Baca Juga

Bibit Sudah Tua, Petani Terlambat Tanam Padi

JAWA BARAT
SEJUMLAH petani sedangn menanam padi di lahan kering di Desa Pilangsari, Kecamatan Jatitujuh, Jumat (8/1/2016).*

MAJALENGKA,(PRLM).- Para petani di Desa Pilangsari dan Panyingkiran hampir seluruhnya terlambat melakukan tanam padi, sementara bibit ada yang sudah berusia 40 hari. Sebagian petani kini terpaksa melakukan tanam kering dengan cara dilanja (sunda:diaseuk).

Para Pendekar Menjadi Pendonor Darah

JAWA BARAT

SUKABUMI, (PRLM).- Pendekar yang tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Sukabumi mendonorkan darahnya. Aksi para pendekar Paguron Maung Bodas seiring kelangkaan darah yang menyebabkan sulitnya warga untuk memperoleh darah, telah memicu keprihatinan para masyarakat.

Jalan Menuju Desa Bungurberes Ambles

JAWA BARAT
Jalan Menuju Desa Bungurberes Ambles

KUNINGAN, (PRLM).-Belasan meter bagian jalan akses kendaraan menuju Desa Bungurberes, Kecamatan Cilebak, Kabupaten Kuningan, ambles terseret pergerakan tanah, Senin (11/1/2016) pagi.

Kendaraan Berat Disiagakan di Zona Merah Bencana

JAWA BARAT

SUKABUMI (PRLM).- Dua puluh lebih kendaraan berat, Rabu (13/1/2016) disiagakan Balai Pengelolaan Jalan Wilayah II (BPJP) Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat. Penyiagaan kendaraan berat di sejumlah ruas jalan yang berada di zona merah untuk mengantisipasi bencana tanah longsor.