Pelaku Puluhan Orang

Polda Metro Jaya Kejar Pelaku Penyerangan Bus Persib

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Kepolisian Daerah Metro Jaya masih terus mengejar para pelaku penyerang bus Persib sebelum laga "big match" antara Persija-Persib pada Sabtu (22/6/2013) sore. Pelaku penyerangan menurut Polda Metro jaya berjumlah sekitar 70 orang.

"Iya kurang lebih berjumlah 70 orang," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, di Jakarta, Sabtu (22/6/2013).

Namun, kata dia, setelah seratus meter dari hotel, tiba-tiba terjadi pelemparan oleh sekelompok orang yang diduga suporter Persija. Akibatnya kaca samping kanan dan kiri bus, serta kaca depan pecah dan rusak.

Dia menuturkan, bus yang seharusnya menuju ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) kemudian membelokan arahnya menuju pintu tol yang tidak jauh dari lokasi bus Persib dilempar oknum The Jack. Dan, ketika mengetahui bus berhenti di Kilometer 19, Bekasi Timur untuk memeriksa apakah ada yang terluka, kata Rikwanto, petugas Polda berangkat menjemput mereka ke kilometer 19 menggunakan mobil barakuda yang bermaksud mengantarkan kembali bus Persib ke SUGBK untuk bertanding dengan Persija.

"Namun, mereka sudah shock dan lebih memilih untuk langsung kembali ke Bandung," katanya.

Dengan adanya kejadian itu, ia pun berjanji akan memanggil Menager Persija dan Ketua Organisasi Jakmania. "Iya kita akan memanggil mereka," katanya.

Namun, ketika ditanya kapan mereka akan dipanggi, Rikwanto akan menjadwalkannya terlebih dahulu. "Iya nanti," katanya.

Sebelumnya dalam rapat pertemuan antara Polda, PSSI, Persija dan Persib, sudah disepakati bahwa tidak ada suporter untuk pertandingan Persib dan Persija. "Namun komitmen tesebut tidak sepenuhnya bisa dilaksanakan," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Presideum Indonesia Police Watch Neta S Pane mengatakan sudah meminta polri agar tidak mengizinkan pelaksanaan kompetisi tersebut. Sebab, di tahun 2012 banyak sekali terjadi bentrokan, baik saat maupun usai pertandingan, yang memakan korban harta benda, luka-luka dan tewas.

"Klub dan suporter tidak siap kalah dan tidak siap menang. Polri sendiri kedodoran mengendalikan situasi. Itulah yang terjadi dalam penyerangan bus persib," katanya. (A-194/A_88)***

Baca Juga

LIPI Akan Gelar Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Kemenristekdikti akan menyelenggarakan Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional (Kipnas) XI/2015. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.

Pemerintah Didesak Buka Akses Naskah RUU KUHP

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Aliansi Nasional Reformasi KUHP mendesak pemerintah membuka akses publik terhadap naskah Rancangan Undang Undang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) 2015. Hal itu dilakukan agar pembahasan rancangan KUHP berkualitas.

Kostrad Gelar Penataran Provost

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Dalam rangka meningkatkan kualitas profesionalisme provost, agar mampu melaksanakan tugasnya secara maksimal sebagai penyidik pembantu, pengamanan dan penegak ketertiban di dalam satuannya, Kostrad dalam hal ini Pomkostrad menggelar penataran Bintara Provost satuan jajaran Ko

Presiden Jokowi dan Calon Besan Sama-sama "Midodareni"

NASIONAL

SOLO, (PRLM).- Dalam rangkaian pernikahan Gibran Rakabuming Raka, putera sulung Prasiden Joko Widodo (Jokowi) yang mempersunting mantan "Putri Solo 2009", Selvi Ananda, di kediaman calon mempelai wanita maupun mempelai pria, pada Rabu (10/6/2015) malam digelar upacara tradisi adat Jawa