Bupati Bandung Terpaksa Menerima Program BLSM

BANDUNG RAYA

SOREANG, (PRLM).- Bupati Bandung, Dadang Naser terpaksa menerima program penyaluran bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM). Program ini, merupakan kompensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah pusat.

"Sebagai aparatur daerah yang ada di bawah menteri, saya mau tidak mau harus menyalurkan dana kompensasi Kenaikkan BBM ini kepada masyarakat," kata Dadang saat diwawancarai, Jumat (21/6/2013).

Awalnya kata dia, dirinya menolak secara tegas penyaluran BLSM ini kepada masyarakat secara cuma-cuma. Selain tidak mendidik tambah dia, program BLSM ini seringkali tidak tepat sasaran, bahkan terkadang tidak sesuai besaran uang yang diberikan pada masyarakat.

"Akibatnya, masyarakat protes pada kepala daerah. Ini yang saya tidak suka," katanya.

Dadang mengatakan, jumlah masyarakat kategori miskin di Kabupaten Bandung mencapai 300 ribuan orang. Namun masyarakat yang akan menerima BLSM kata Dadang harusnya bekerja dulu membersihkan lingkungannya atau tunjukan kinerja di lingkungannya masing-masing.

"Mereka memang masuk kategori miskin, namun mampu untuk bekerja, jadi apakah mereka layak mendapat BLSM. Ini yang harus diperjelas, jangan ujug-ujug pemerintah pusat meminta kepala daerah segera menyalurkan BLSM," katanya.

Menurut Dadang, sosialisasi mengenai BLSM ini belum jelas diperuntukan untuk siapa, termasuk mekanisme penyalurannya. Pasalnya, kata dia, pihak PT Pos sebagai penyalur tiba-tiba meminta data calon penerima BLSM serta kejelasan proses penyalurannya.

"Saya terus terang kaget.Soalnya, belum ada penjelasan secara resmi mana saja yang berhak menerima BLSM. Apakah warga miskin atau warga kurang mampu kategori Raskin," ujarnya.

Dadang menegaskan, dirinya mau menyalurkan BLSM dengan beberapa syarat yang diajukan ke pemerintah, misal salah satunya adalah tidak adanya nuansa politis dalam program ini. Karena jika ada nuansa politis siapa warga yang akan menerima BLSM tidak jelas. Artinya, yang seharusnya mendapat BLSM justru tidak menerima, begitu pun sebaliknya.

"Kalau penuh dengan nuansa politis, yang kasihan masyarakat. Mereka tidak mendapat apa-apa, hanya jadi penonton saja," katanya. (A-211/A_88)***

Baca Juga

Suhu Musim Kemarau Lebih Rendah Dibandingkan Musim Hujan

BANDUNG RAYA

BANDUNG,(PRLM).- Suhu pada periode musim kemarau di Kota Bandung, umumnya relatif lebih rendah bila dibandingkan musim hujan.

Revitalisasi Maribaya Terhambat Izin Pembangunan Hotel

BANDUNG RAYA

NGAMPRAH, (PRLM).-Revitalisasi objek wisata Maribaya di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, masih belum jelas kapan akan selesai. Pembangunan hotel untuk melengkapi fasilitas di tempat wisata alam itu ditengarai menjadi salah satu penghambatnya.

Laporan Serah Terima Barang Kerap Diabaikan

BANDUNG RAYA

NGAMPRAH, (PRLM).-Sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat kerap mengabaikan laporan administrasi saat menggunakan dana bantuan dari pemerintah pusat. Alhasil, penambahan aset Pemkab Bandung Barat banyak yang tak terdata.

Pemkot Bandung Pasang 140 Mesin Parkir Baru

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Pemerintah Kota Bandung akan memasang 140 mesin parkir baru, di sekitar 40 titik ruas jalan. Mesin parkir berupa elektronik itu sebelumnya sudah terpasang di Jalan Braga, sebagai percontohan.