Dishub Bekasi Siapkan Tarif Baru Angkot

JAWA BARAT

BEKASI, (PRLM).- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi telah mempersiapkan rancangan kenaikan tarif angkutan kota. Rancangan kenaikan tarif tersebut akan disahkan dan diberlakukan begitu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) resmi diumumkan pemerintah.

Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Bekasi Erwin mengatakan, rancangan kenaikan tarif tersebut merupakan hasil perundingan antara pihaknya dengan perwakilan pengusaha angkutan kota (angkot) yang beroperasi di Kota Bekasi. Rancangan kenaikan tarif tersebut disepakati setelah dilakukan pembahasan jauh-jauh hari supaya bisa diterapkan bersamaan dengan penetapan harga baru BBM.

"Supaya tidak ada rentang waktu antara pemberlakuan harga baru BBM dengan tarif angkot yang disesuaikan," kata Erwin, Jumat (21/6/13).

Berdasarkan rancangan tersebut, kenaikan tarif angkot berkisar 20 persen dengan besaran antara Rp 600-Rp 1.000. Dengan kenaikan sebesar itu, tarif terendah untuk angkot di Kota Bekasi ialah Rp 4.000, sedangkan yang tertinggi Rp 6.000, dengan selisih Rp 500 antara rute satu dengan yang lainnya.

Penetapan kenaikan sebesar 20 persen tersebut memang lebih rendah daripada rencana pemerintah menaikkan harga BBM hingga hampir 45 persen. Pertimbangannya, selain menyesuaikan dengan imbauan dari Kementerian Perhubungan, juga sebagai antisipasi penurunan jumlah penumpang.

"Jika kenaikan terlalu tinggi, pengusaha angkutan juga yang akan merugi. Sebab kemungkinan besar penumpang akan beralih pada sepeda motor jika ongkos angkot sangat mahal. Otomatis lalu lintas pun semakin semrawut jika semua penumpang angkutan umum beralih ke kendaraan pribadi," katanya. (A-184/A_88)***

Baca Juga

Massa FSPMI Kepung PN Purwakarta

JAWA BARAT

PURWAKARTA, (PRLM).- Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Seluruh Indonesia (FSPMI) yang datang dari berbagai daerah mengepung gedung Pengadilan Negeri (PN) Purwakarta, Rabu (29/7/2015).

Akibat Kekeringan, Tanaman Padi tak Bisa Dipanen

JAWA BARAT

SUBANG, (PRLM).-Sejumlah petani di beberapa daerah kabupaten Subang seperti Pagaden, Pagaden Barat, Sukamelang, dan Pabuaran hanya bisa pasrah, padi yang mereka tanam beberapa bulan lalu tak bisa dipanen akibat dilanda kekeringan maupun serangan hama.

Bupati Subang Minta Tambahan Debit Air

JAWA BARAT

SUBANG, (PRLM).-Bupati Subang Ojang Sohandi mengungkapkan dirinya telah memerintahkan komisi irigasi yang dipimpin Kepala Bappeda Komir Bastaman untuk melakukan koordinasi dengan Perum Jasa Tirta selaku pengelola Tarum Timur untuk meminta penambahan debit air.