INSA Desak Pelabuhan Tidak Naikkan Tarif

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- Operator angkutan laut mendesak PT Pelabuhan Indonesia/Pelindo (Persero) selaku pengelola pelabuhan, tidak ikut-ikutan menyesuaikan tarif jasa kepelabuhanan, menyusul rencana pemerintah menaikkan tarif BBM pada Juni ini. Pasalnya, kenaikan tarif jasa itu akan makin menyulitkan mereka.

Assosiasi pemilik kapal niaga nasional (Indonesian National Shipowners Association/INSA) mengakumulasikan, dampak kenaikan BBM itu berpengaruh pada biaya perusahaan, 10-12 persen, di antaranya untuk penambahan gaji para karyawan, perawatan kapal dan suku cadang.

Ketua Umum Assosiasi pemilik kapal niaga nasional (Indonesia National Shipowners Association/INSA) Carmelita Hartoto mengakumulasikan, dampak kenaikan BBM itu berpengaruh pada biaya perusahaan, 10-12 persen. "Di antaranya untuk penambahan gaji para karyawan, perawatan kapal dan suku cadang," katanya kepada pers di Jakarta, Kamis (20/6/2013).

Menurut dia, secara operasional kapal, kebijakan pemerintah soal BBM itu tidak berpengaruh terhadap INSA, karena selama ini, pelayaran membeli dengan harga industri atau non subsidi.

"Namun, pengaruhnya tidak langsung, karena mau tidak mau pelayaran harus memperhatikan karyawannya, belum lagi harga spare parts. Makanya kami minta PT Pelindo jangan menaikan tarif jasa pelabuhan," kata Carmelita.

Keinginannya itu, kata Carmelita telah disampaikan kepada Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan. "Kami kan selama ini tidak diberikan keistinewaan, semua kami lakukan sesuai harga pasar. Tapi khusus yang satu ini, kami minta kepada pemerintah agar tarif jasa kepelabuhanan tidak dinaikan," kata Carmelita.

Menteri Perhubungan EE. Mangindaan mengatakan, pemerintah berupaya, kenaikan BBM tidak menurunkan kinerja para operator transportasi. Khusus, angkutan laut, pemerintah berupaya agar operator pelabuhan, yaitu PT Pelindo I-IV tidak menaikkan tarif jasa kepelabuhanannya kepada kapal-kapal yabg berlabuh, sandar, dan bongkar.

"Sudah dibicarakan, biaya labuh dan sandar kalau bisa tidak dinaikkan. Bukan saja kapal barang tapi juga penumpang dan penyeberangan," kata Menhub. (A-78/A_88)***

Baca Juga

Pameran Potensi Bisnis Waralaba

EKONOMI
ADE BAYU INDRA/PRLM

Keluarga Benetton Lepas Saham

EKONOMI

LONDON, (PRLM).- Keluarga Benetton menjual saham mereka di jaringan toko bebas pajak, World Duty Free, kepada perusahaan Swiss, Dufry.

Sebelum beralih tangan, World Duty Free dimiliki keluarga Benetton melalui perusahaan bernama Edizione.

Pengaduan Kasus Pembayaran Nontunai Kian Banyak

EKONOMI

‪SOLO, (PRLM).-Direktur Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Ida Nuryanti, menyatakan, masyarakat yang semakin kritis sekarang, tahu ke mana harus mengadukan setiap pelanggaran dalam sistem pembayaran non-tunai.

Pasar Ekspor Salak Pondoh Diperlebar

EKONOMI

YOGYAKARTA, (PRLM).- Pasar ekspor salak pondoh, buah yang menjadi andalan Yogyakarta diperlebar. Setelah pada 2010 melakukan ekspor ke Tiongkok, kini pasar ekspor dibuka hingga ke Selandia Baru.