SMPN 1 Pangalengan Kirim Dua Siswa ke O2SN

SOREANG, (PRLM).- Meski lokasi sekolahnya berada jauh dari perkotaan, namun SMPN 1 Pangalengan, Kab. Bandung, memiliki prestasi membanggakan. Pada tahun ini SMPN 1 Pangalengan mengirimkan atlet bulutangkis untuk Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional (O2SN) dan seorang lagi untuk Festival Lagu dan Seni Siswa Nasional (FLS2N).

"Atlet bulutangkis yang mewakili Jabar dari SMPN 1 Pangalengan adalah Silvi Wulandari yang akan bertanding di Balikpapan, Kalimantan Selatan, pada 28 Juni," kata Kepala SMPN 1 Pangalengan, Drs. H. Erawan Wibiksana, M.Si, di ruang kerjanya, Kamis (20/6).

Lebih jauh Erawan mengatakan, siswa yang akan ikut. FLS2N adalah Antik Aulia yang akan berlomba dalam cabang cipta lagu. "Kami merasa bangga dengan prestasi para siswa karena lokasi Pangalengan jauh dari perkotaan, namun prestasinya membanggakan," katanya.

Erawan juga mengucapkan terima kasih kepada para guru dan karyawan yang telah ikut membina para siswa sehingga berprestasi. "Kami juga memohon dukungan Pemkab Bandung dan masyarakat agar bisa mendoakan para siswa untuk berhasil di tingkat nasional." Katanya.(A-71/A-107)***

Baca Juga

Butuh Regulasi Dukung Produksi 'GESITS'

JAKARTA,(PR).- Regulasi yang berkesinambungan dari berbagai kementrian dan lembaga terkait sangat dibutuhkan untuk mendukung hilirisasi riset perguruan tinggi. Salah satunya ialah untuk mendukung produksi massal motor listrik karya anak bangsa, Garansindo Electric Scooter ITS (GESITS).

SDM Jadi Prioritas, Pemerintah Gandeng Universitas dari Tiongkok

JAKARTA, (PR).- Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan sumber daya manusia ,(SDM) bidang ketenagakerjaan dengan menjalin kerja sama dengan salah satu institusi akademis yang kuat dalam riset dan pelatihan di Republik Rakyat Tiongkok (RRT), yakni Universitas Tsinghua.

Perlindungan Profesi Guru dan Anak Perlu Kesamaan Persepsi

SUBANG, (PR).- Saat ini ada pergeseran paradigma di masyarakat terkait perlindungan profesi guru maupun anak didik. Hal ini terlihat dari banyaknya kejadian yang menimpa guru, saat memberikan sanksi kepada siswa yang melanggar, berujung pada proses hukum.