Segera Perbaiki Kerusakan Jalan Beton Bandung - Cirebon

LEMPENGAN jalan beton di jalur Bandung-Cirebon tepatnya di Jln. Palasari  Kp. Citamiang RT 02/02, Kel. Kota Kulon, Kec. Sumedang Selatan, Selasa (18/6/2013), tampak ambles, pecah dan retak-retak. Kondisi jalan beton yang rusak tersebut sangat membahayakan
ADANG JUKARDI/PRLM
LEMPENGAN jalan beton di jalur Bandung-Cirebon tepatnya di Jln. Palasari Kp. Citamiang RT 02/02, Kel. Kota Kulon, Kec. Sumedang Selatan, Selasa (18/6/2013), tampak ambles, pecah dan retak-retak. Kondisi jalan beton yang rusak tersebut sangat membahayakan keselamatan jiwa para pengendara.*

SUMEDANG, (PRLM).- Sejumlah warga dan para pengguna jalan meminta kepada pemerintah untuk segera memperbaiki kerusakan jalan beton jalur Bandung-Cirebon, tepatnya di ruas Jalan Palasari dan Prabu Gajah Agung/Bypass. Kerusakan mulai dari perempatan Polres Sumedang hingga perempatan Barak di wilayah Kec. Sumedang Selatan dan Sumedang Utara.

Sepanjang ruas jalan tersebut, terdapat beberapa titik jalan beton yang rusak parah. Seperti halnya di perempatan polres, Jalan Palasari, perempatan Padasuka, termasuk di sekitar bunderan Alamsari. Kerusakannya, lempengan jalan betonnya pecah, dan retak-retak sehingga membentuk celah yang lebar.

Yang lebih parah lagi terjadi pada ruas Jalan Palasari dari arah Cirebon menuju Bandung. Lempengan betonnya ambles dan retak-retak sehingga sangat membahayakan para pengendara, terutama sepeda motor yang melintas di malam hari.

“Sempat ada salah seorang pengendara sepeda motor yang terjatuh ketika melintasi jalan beton yang rusak. Sampai-sampai ditolong dan diobatinya di rumah saya. Kasihan, Apalagi perjalanannya masih jauh ke daerah Subang,” kata Nandang (49) warga Kp. Citamiang RT 02/02, Kel. Kota Kulon, Kec. Sumedang Selatan, Selasa (18/6/2013).

Nandang mengatakan, kerusakan jalan beton di ruas Jalan Palasari sampai Prabu Gajah Agung tak mengherankan. Pasalnya, pada saat pengerjaannya terkesan asal-asalan. Contohnya, pemasangan besi beton di Jalan Palasari hanya direbahkan begitu saja, tanpa dirangkai membentuk rangkaian kontruksi tulang besi. “Saya lihat sendiri waktu ngebangunnya, karena ada di depan rumah saya. Pemasangan besi-besinya digolerkeun (direbahkan). Mau kuat bagaimana lempengan betonnya?” kata Nandang.

Sudah pengerjaannya terkesan asal-asalan, kata dia, ditambah lagi sering dilewati truk-truk besar sekelas tronton yang bebannya melebihi kapasitas jalan. Diperparah lagi, kondisi tanah di ruas Jalan Palasari labil karena di bawah tanahnya terdapat sumber air. Makanya tak heran, jalan betonnya cepat pecah dan retak-retak sehingga membahayakan para pengendara. Padahal, jalan betonnya baru dibangun sekitar tahun 2010 lalu.

“Kerusakan jalan beton, lebih bahaya ketimbang jalan aspal biasa. Oleh karena itu, kerusakan jalan beton di Jalan Palasari ini harus segera diperbaiki, sebelum jatuh korban,” ujarnya. (A-67/A_88)***

Baca Juga

WARGA menggiring domba ternaknya saat menggembalakan di kawasan pembangunan Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB), Desa Bantarjati, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Kamis (14/1/2016). Ketersediaan area terbuka dengan rumput yang melimpah

Distribusi Penjualan Domba dan Kambing ke Jabotabek Meningkat

SUKABUMI, (PR).- Tingkat penjualan domba dan kambing asal Sukabumi mengalami peningkatan secara signifikan. Para peternak mendistribusikan hewan tersebut tidak hanya ke Kota Bandung, tetapi memprioritaskan pengiriman ke daerah Jakarta, Bogor Depok, Tanggerang dan Bekasi.

Terbawa Arus, Empat Hari Dana Belum Ditemukan

SUKABUMI, (PR).- Nasib Dana (70), warga Kampung Ciseupan RT 25 RW 06 Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Rabu, 27 April 2016, masih belum diketahui keberadaanya. Sampai hari keempat, pencarian belum membuahkan hasil.

Bapeda Arahkan Investor Kembangkan Karawang Timur

KARAWANG, (PR).- Investor yang berniat menanamkan modalnya di Kabupaten Karawang kini diarahkan ke wilayah Karawang Timur. Sebab, Selama ini investor lebih mengincar wilayah Karawang Barat dan kawasan Telukjambe Barat dalam mengembangkan kerajaan bisnisnya masing-masing.