Headlines

Para Saksi Perkara Dugaan Korupsi PUAP Mengaku Ada Pemotongan Uang

BANDUNG, (PRLM).-Para saksi dalam perkara dugaan korupsi Program Usaha Agrobisnis Pertanian (PUAP) tahun 2011 Kab. Subang senilai Rp 931 juta, mengakui jika ada pemotongan uang Rp 20-30 juta dari tiap gapoktan.

Pemotongan itu dilakukan terdakwa Theo Iskandarsyah atas permintaan tersangka Usep Karyana (anggota DPRD Kab. Subang).

Hal tersebut terungkap dalam sidang lanjutan perkara itu yang dipimpin Hakim Eka Saharta. Saksi yang dihadirkan adalah anggota Penyelia Mitra Tani yaitu Roni Dirgantara, Ega Kartika dan Iswahyudi.

Para saksi mengiyakan ketika Hakim Eka bertanya tentang pemotongan yang dilakukan Theo. "Iya betul. Tapi teknisnya gimana saya tidak tahu. Saya tahunya ketika dipanggil kejaksaan dan ditanya mengenai hal itu," ujar saksi Roni.

Dia mengatakan, ada sekitar 50 gapoktan yang dana bantuannya dipotong. Setiap gapoktan itu menerima dana bantuan program PUAP sebesar Rp 100 juta. Pencairannya melalui Bank BRI secara dua tahap.

Saksi Ega Kartika pun tidak tahu teknis pemotongan tersebut. "Kami berupaya mengkonfirmasi kepada yang bersangkutan tapi dia susah ditemui. Banyak kegiatan di luar. Kami baru tahu ada pemotongan setelah di kejaksaan. Kami lalu cek ke gapoktan-gapoktan itu. Mereka mengakui dananya dipotong Theo untuk pengurusan berkas-berkas dan dokumen,” tuturnya.

Sementara itu, saksi Iswahyudi menuturkan, pemotongan dilakukan di pencairan tahap pertama atau kedua. "Kami mengecek ke gapoktan di Gunung Tua, Cikadu, dan Sukahurip. Dan mereka mengakui dipotong," katanya.

Pemotongan tersebut diduga atas permintaan anggota DPRD Subang dari Fraksi PKS, Usep Karyana. Usep juga tercatat sebagai Ketua Perhimpunan Petani dan Nelayan Sejahtera Indonesia (PPNSI) Kab. Subang.

Jaksa penuntut umum Feby Dwiyandospendy, mengatakan Theo dan Usep berkolaborasi untuk mengajukan dana PUAP ke Kementerian Pertanian. Lantaran tidak punya kelompok tani, Theo dan Usep kemudian merekrut petani dan kelompok tani.

Dalam perekrutan itu, mereka mengerahkan kader-kader PKS di kecamatan hingga desa-desa untuk mencari petani dan kelompok tani. Mereka lalu dimasukkan dalam gapoktan (gabungan kelompok tani) untuk kemudian diajukan sebagai penerima PUAP 2011.

Dari perekrutatn itu, Usep dan Theo berhasil membuat 56 gapoktan untuk diusulkan sebagai penerima PUAP. Satu gapoktan mendapat kucuran dana Rp 100 juta.

Setelah melalui seleksi, 45 gapoktan usulan Usep dan Theo berhak menerima dana PUAP. Sebelum pencairan, Usep mengumpulkan para ketua gapoktan di rumahnya. Dalam acara itu hadir juga sejumlah Ketua dan mantan Ketua DPC PKS Kab. Subang.

Kepada para ketua gapoktan itu, Usep meminta potongan 20 persen jika dana cair. Selain itu, ada potongan Rp 1 juta sebagai jasa pembuatan berkas-berkas. Ketika dana cair, pemotongan dilakukan oleh Theo dan rekannya Dedi.

Namun sebagian besar dilakukan Theo yaitu Rp 880 juta lebih. Besar pemotongan bervariasi antara Rp 20 juta hingga Rp 35 juta. Total yang yang terkumpul mencapai Rp 931 juta.

Dari total dana itu, sebanyak Rp 550 juta diberikan kepada Usep Karyana. Sebanyak Rp 203 juta ditransfer Theo langsung ke rekening BCA Usep. Sisanya diberikan secara tunai. (A-128/A-89)***