Ketahuan Berhubungan Seks, Status Dicabut

Biksu Thailand Hidup Mewah Muncul di Youtube

LUAR NEGERI

BANGKOK, (PRLM).- Badan nasional Buddha Thailand mengatakan mereka mengawasi aktivitas para biksu menyusul laporan tentang kehidupan mewah mereka. Pengawasan ini dilakukan setelah muncul satu video yang menunjukkan para biksu melakukan perjalanan dengan jet pribadi.

Baru-baru ini, video di YouTube menampilkan seorang biksu yang mengenakan kaca mata hitam mahal, tas mewah serta headphone nirkabel.

Badan nasional Buddha mengatakan para biksu yang bergaya hidup mewah itu telah diperingatkan bahwa tindakan mereka bertentangan dengan ajaran Buddha yang tidak mementingkan materialisme.

Direktur jenderal badan itu, Nopparat Benjawatananun mengatakan mereka telah melihat video tersebut.

Thailand - negara dengan populasi beragama Buddha terbesar di dunia- menerapkan doktrin Buddha yang telah berusia 2.600 tahun melalui berbagai cara, termasuk melarang penjualan alkohol selama hari libur keagamaan. Namun sejumlah upaya itu justru dilanggar oleh para biksu sendiri.

Tahun lalu, sekitar 300 dari 61.416 biksu Buddha di Thailand ditegur - sebagian di antaranya dicabut statusnya- karena berperilaku tidak layak, termasuk menenggak minuman beralkohol, berhubungan seks dengan perempuan sampai pemerasan.

Badan nasional Buddha juga menerima pengaduan terkait biksu yang mengendarai mobil dan tuduhan penggunaan ilmu hitam.

Nopparat mengatakan para biksu Buddha yang terekam di video bertindak "secara tidak layak dan tidak mematuhi ajaran Buddha untuk tetap sederhana dan menahan diri."(bbc/A-147)***

Baca Juga

Eksekusi Mati

Warga Australia Minta Jokowi Batalkan Eksekusi

LUAR NEGERI

PARIS, (PRLM).- Desakan agar hukuman mati dibatalkan juga kembali dilontarkan Perdana Menteri Tony Abbott. Pemimpin Australia ini, seperti dilaporkan ABC News, kembali mengirim surat kepada President Joko Widodo. Dalam suratnya itu, dia mengatasnamakan rakyat Australia.

Gempa Nepal

Korban Tewas Capai 4.310 Orang

LUAR NEGERI

KATHMANDU,(PRLM).- Menurut PM Nepal, Sushil Koirala, korban tewas telah bertambah menjadi 4.310 orang. Jumlah itu berpotensi meningkat apabila bantuan medis tidak segera datang.

Gempa Nepal

Ratusan Warga Demontrasi di Parlemen

LUAR NEGERI

KATHMANDU, (PRLM).- Sekitar 200 warga Nepal, Rabu (29/4/2015) pun berunjuk-rasa di depan kantor parlemen di Kathmandu, menuntut pemerintah untuk memperbaiki distribusi bantuan ke kawasan perbukitan dan terpencil dengan menambah jumlah bus ke daerah tersebut.

Karena Bali Nine, Australia Ubah Pemberian Info Jika Terancam Hukuman Mati

LUAR NEGERI

SYDNEY, (PRLM).- Menteri Kehakiman Michael Keenan mengingatkan perlunya kerjasama antara penegak hukum Australia dan Indonesia dilanjutkan mengingat hal itu terbukti telah membuat Australia aman.