Kuota Berkurang, 372 Calhaj Indramayu Gagal Berangkat

INDRAMAYU, (PRLM).- Sebanyak 372 calon jemaah haji di Kabupaten Indramayu dipastikan gagal berangkat tahun ini seiring dengan adanya pengurangan kuota haji. Meski demikian, ratusan jemaah haji tersebut akan diprioritaskan untuk berangkat ke tanah suci tahun depan.

Kepala Kementerian Agama Indramayu, Yayat Hidayat mengungkapkan, pengurangan kuota haji berlaku di seluruh Indonesia akibat adanya perbaikan di Masjidil Haram, Mekah sehingga daya tampung jemaah berkurang. Di Indramayu, kuota haji tahun ini menjadi 1.484 jemaah berkurang dari rencana kuota awal sebanyak 1.856.

“Saat ini tinggal 76 calon haji saja yang belum melunasi pembayaran. Sisanya sudah melunasi semua. Namun, bagi yang sudah melunasi tetapi tidak berangkat tahun ini, akan diprioritaskan tahun depan tanpa dibebankan biaya lagi,” kata Yayat saat dihubungi "PRLM", Minggu (16/6/2013).

Yayat mengungkapkan, ratusan calhaj yang bakal dicoret dari keberangkatan tahun ini di antaranya warga yang sudah pernah menunaikan ibadah haji, lanjut usia, dan memiliki keterbatasan fisik. Nama-nama calhaj yang batal berangkat tahun ini akan diumumkan Kemenag Indramayu pekan ini.

Para calon jemaah haji di Kabupaten Indramayu terus meningkat setiap tahun. Kemenag Indramayu saat ini telah mencatat 18.572 calon jemaah haji yang termasuk dalam daftar tunggu hingga 2023.
Terus meningkatnya calon jemaah haji di Indramayu, kata Yayat, menunjukkan bahwa kesadaran warga setempat dalam menunaikan rukun Islam yang kelima terus meningkat. “Selain itu, kondisi itu juga membuktikan bahwa perekonomian masyarakat Indramayu meningkat,” ucapnya. (A-192/A-147)***

Baca Juga

razia lalu lintas

Langgar Aturan Lalu Lintas Dihukum Baca Alquran

RUSMANA (43), warga Selakaso, Desa Cikaret, Kecamatan Kebon Pedes, Kabupaten Sukabumi mengaku sangat terharu ketika terjaring razia Satlantas Polres Sukabumi Kota. Ia tidak ditilang, ia justru dihukum baca Alquran.

Ridwan Kamil Tinjau Progres RISA

GARUT, (PR).- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meninjau progres pembangunan bantuan rumah tapak untuk korban bencana alam di Garut. Rumah bantuan tersebut diberinama RISA (Rumah Instan Sehat dan Aman).