Headlines
Bahasa Jadi Lebih Ejektif

Tinggal di Pegunungan Mempengaruhi Cara Berbicara

MIAMI, (PRLM).- Di mana kita hidup, khususnya di ketinggian berapa kita hidup, mungkin memiliki dampak yang jauh lebih besar pada bagaimana bahasa terbentuk daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Bahasa yang mengandung konsonan "ejektif", semburan suara yang parau yang tidak ditemukan dalam bahasa Inggris, banyak ditemukan pada masyarakat yang tinggal di dataran tinggi.

Kepala peneliti Dr Caleb Everett dari Universitas Miami, Amerika Serikat berpendapat bahwa alasan yang mungkin bahwa dibutuhkan sedikit usaha untuk menghasilkan konsonan ejektif (ejective consonant) karena berada di pegunungan yang udaranya tipis.

Sampai saat ini kebanyakan ahli bahasa percaya lingkungan memiliki pengaruh terhadap kosa kata daripada suara.

Para peneliti di Amerika Serikat menemukan bahwa 87 persen dari bahasa dengan ejektif diteliti berada dalam 500 kilometer dari daerah elevasi tinggi di semua benua.

Dengan meningkatnya ketinggian tanah, begitu pula kemungkinan menjadikan bahasa lebih ejektif. "Ini benar-benar bukti kuat bahwa geografi mempengaruhi fonologi," ujar ilmuwan Dr Caleb Everett.

Sebagian besar wilayah dataran tinggi yang ditempati di dunia ditemukan di enam wilayah, termasuk Amerika Utara Cordillera, Andes dan Andes Altiplano, dataran tinggi Afrika bagian selatan, dataran tinggi Afrika timur, dataran tinggi Ethiopia, kisaran Kaukasus, dataran tinggi Javakheti, dan dataran tinggi Tibet.

Seperti dipaparkan dalam jurnal online Public Library of Science ONE, para peneliti melihat beberapa lokasi yang memiliki sekitar 600 bahasa perwakilan, 92 di antaranya memiliki konsonan ejektif.

Sebuah program komputer digunakan untuk mencocokkan suara-suara linguistik untuk lokasi geografis tertentu.
Hasilnya menunjukkan korelasi yang kuat antara elevasi dan bahasa ejektif pada, atau dekat, lima dari enam wilayah utama dataran tinggi yang dihuni manusia di Bumi.

"Ejektif diproduksi dengan menciptakan kantong udara di tenggorokan kemudian mengompresi. Karena tekanan udara berkurang dengan ketinggian dan dibutuhkan sedikit usaha untuk memampatkan udara, saya berspekulasi bahwa lebih mudah untuk memproduksi suara itu pada lokasi ketinggian," kata Dr Everett. (Aya/A-147)***

Komentari di Facebook !
Customize This