Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjar Jalani Tes Kesehatan

BANJAR,(PRLM).-Nasib lima pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjar untuk dapat melaju sampai ke pencalonan ditentukan hasil pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter independen dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Hingga Kamis (13/6/2013) pasangan calon pemimpin kota paling ujung timur Provinsi Jawa Barat itu masih menjalani tes kesehatan di RSUD Kota Banjar.

"Hasil pemeriksaan yang berupa rekomendasi dari tim dokter menyangkut kondisi kesehatan bakal calon, bersifat final. Artinya tidak ada hasil pembanding atau seken opinion. Jadi salah satu lolos tidaknya bakal calon untuk melanjutkn ke pencalonan ditentukan oleh hasil tes kesehatan yang meliputi kesehatan fisik termasuk tes kejiwaan," tutur Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjar Nur Rifai yang didampingi komisioner Miftahudin, Kamis (13/6/2013).

Dia mengatakan tes kesehatan berlangsung selama tiga hari mulai hari Rabu (12/6/2013). Pemeriksan dilakukan oleh tim dokter yang terdiri dari sembiln dokter di bawah pimpinan dr. Fuad Hanif, SpS.,MKes.

Untuk pelaksanaan tes kesehatan KPU Banjar menyediakan anggaran sebesar Rp 10 juta. "Kami percaya dengan independensi tim tersebut. Mereka bekerja secara profesional," katanya.

Miftahudin menambahkan apabila hasil pemeriksaan membuktikan ada bakal calon yang tidak memenuhi persayaratan kesehatan, sesuai ketentuan partai politik yang mengusung dapat mengganti bakal calon yang sakit tersebut.

Yang kemungkinan bakal menjadi persoalan adalah apabila yang sakit itu adalah bakal calon yang berasal dari jalur perseorangan. Saat ini ada lima pasang bakal calon, dua dari parpol dan tiga pasang dari jalur perseorangan. "Kami berharap seluruhnya memenuhi syarat kesehatan," tuturnya.

Seperti diketahui lima pasangan bakal calon telah mendaftar dalam Pemilihan wali Kota (Pilwalkot) Banjar. Dua pasangan diusung parpol dan tiga pasang dari jalur perseorangan atau independen.

Dua pasangan yang diusung parpol adalah Ade Uu Sukaesih - drg Darmadji Prawirasetia yang diusung oleh Partai Golkar. dan pasangan Akhmad Dimyati - KH Muin yang diusung oleh PDIP.

Sedangkan tiga pasangan independen adalah H. Maman Suryaman - Wawan Ruswandi , Kol. (purn) Czi H. Rusli Suyatin - Wawan Gunawan, dr. H. Ijun Judasah - Mochammad Shodiq.

Terpisah Wali Kota Banjar Herman Sutrisno menegaskan akan mengajukan cuti untuk kampanye bagi pasangan Ade Uu Sukaesih - drg Darmadji.

Untuk kepentingan tersebut sudah mempersiapkan persayaratan mengambil cuti. "Saya akan cuti untuk kampanye," tutur Herman Sutrisno yang Ketua DPD Partai Golkar Kota Banjar.(A-101/A-89)***

Baca Juga

Kader Taat Hukum, Politik Uang Akan Hilang

JAKARTA, (PR).- Menghilangkan politik uang di partai harus dilakukan melalui penegakan hukum. Namun yang menjadi permasalahan adalah menciptakan keterikatan pada hukum bagi kader partai.

Akbar Tandjung Sarakan Kader Partai Golkar tidak Rangkap Jabatan

JAKARTA, (PR).- Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung mengaku pernah berbicara dengan Wakil Ketua Umum Partai Golkar yang juga Ketua DPR, Ade Komaruddin dan menyarankan untuk tidak maju sebagai ketua umum Partai Golkar dalam Munaslub di Bali, yang akan diselenggarakan tanggal 15

Airlanga tak Mau Ada Skenario Aklamasi

NUSA DUA, (PR).- Bakal Calon Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto menilai, tidak ada kemenangan secara aklamasi dalam Musyawarah Partai Golkar 2016. Hal itu dia katakan dengan merujuk kepada AD/ART Partai Golkar.

Setya Novanto Ketua Umum Golkar Baru

NUSA DUA, (PR).- Setya Novanto terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar periode 2014-2019 setelah mengantongi 277 suara dari total 554 suara dalam pemilihan, Selasa, 17 Mei 2019.