Kehadiran PNS di Apel Pagi Mencapai 70 Persen

SOREANG, (PRLM).- Untuk meningkatkan disiplin PNS terutama pelaksanaan apel pagi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung segera membentuk tim monitoring yang dipimpin langsung Sekretaris Daerah Sofian Nataprawira. Sementara untuk memantau pelaksaan apel pagi di masing-masing kecamatan, secara reguler dilakukan oleh Asisten Pemerintahan.

"Dari hasil pemantauan pelaksanaan apel pada Selasa tanggal 11 Juni, kami mencatat kehadiran PNS pada apel pagi di masing-masing dinas rata-rata mencapai 70 persen. Namun kita harapkan pada hari selanjutnya tingkat kehadiran ini bisa mendekati angka maksimal," ucap Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Sofian Nataprawira pada rapat khusus pembahasan disiplin PNS di ruang rapat Sekretaris Daerah, Selasa (11/6/2013).

Turut hadir pada rapat tersebut, Kepala. Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Erick Juriara, Inspektur Inspektorat Supriatna, Asisten Administrasi Budirahardjo, serta sejumlah pejabat lainnya.

Sofian mengatakan bahwa monitoring apel pagi yang akan dilakukan ke masing-masing OPD dilakukan oleh Kepala BKPP dan Asisten Administrasi. "Supaya lebih obyektif, monitoring ini akan dilakukan baik secara terbuka maupun tertutup setiap pagi," katanya.

Langkah lain yang ditempuh Pemkab Bandung untuk meningkatkan disiplin PNS, di antaranya pemberlakuan uji petik setiap apel Senin pagi terhadap masing-masing OPD. Dari uji petik ini, menurut Sofian Nataprawira, akan diketahui tingkat kedisiplinan pegawai dari setiap OPD.

"Pada awal bulan akan kita umumkan dihadapan peserta apel, OPD mana yang tingkat disiplinnya tinggi dan yang masih lemah," ujarnya.

Meski demikian, ia meyakini kehadiran seorang pegawai dalam apel pagi tidak berarti pegawai tersebut melalaikan kewajibannya melayani masyarakat. "Kalau pekerjaannya mungkin dia selesaikan dengan baik, yang lalai barangkali karena tidak hadir dalam apel pagi saja, tapi tetap saja hal itu menjadi bahan penilaian bagi atasannya, karena apel pagi sudah menjadi salah satu kewajiban setiap pegawai." kata Sofian.

Sementara itu Kepala BKPP Kabupaten Bandung Erick Juriara menjelaskan jumlah PNS di masing-masing OPD tercatat sekitar 2.112 orang. Jumlah tersebut di luar guru sekolah mulai SD, SMP hingga SMA. Dari jumlah tersebut, tidak mungkin seluruhnya diwajibkan ikut apel pagi. "Karena pegawai yang ada di UPTD kebakaran, pasar atau perawat di rumah sakit tidak diwajibkan harus ikut apel setiap pagi, karena jenis pekerjaanya yang sangat khas dan tidak bisa ditinggalkan," ucap Erick Juriara.

Sementara tindakan tegas menurutnya akan dikenakan kepada setiap PNS yang tidak mengindahkan aturan yang ada. Bentuknya berupa teguran lisan, teguran tertulis, hingga penurunan pangkat sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS (A-211/A-147)***

Baca Juga

Masjid SMPN 2 Pameungpeuk tak Kunjung Selesai

SOREANG,(PR).- Sudah tiga tahun SMPN 2 Pameungpeuk Kabupaten Bandung membangun masjid, tetapi tak kunjung selesai. Hal itu disebabkan biaya pembangunan masjid mencapai Rp 250 juta yang mengandalkan dana "saridona" dari para guru, karyawan, siswa, dan orangtua siswa.

1.200 Pelajar Ikuti Sosialisasi Pilkada Kota Cimahi

CIMAHI, (PR).- Sedikitnya 1.200 pelajar SMA se-Kota Cimahi antusias mengikuti Sosialisasi Pilkada Serentak Kota Cimahi 2017, di Gedung Cimahi Convention Hall, Jalan Rd Demang Hardjakusumah, Kota Cimahi, Jumat 22 April 2016. Para siswa tersebut merupakan pemilih pemula pada pilkada nanti.

Polisi Dalami Penyebab Kerusuhan di Lapas Banceuy

BANDUNG, (PR).- Polisi masih mendalami penyebab kerusuhan yang terjadi di Lapas Narkotika Kelas IIA Banceuy, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 23 April 2016.

Menkumham Siapkan Anggaran Emergency Untuk Banceuy

JAKARTA, (PR).- Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Kementerian Hukum dan HAM, Effendi BP menuturkan pihaknya telah menginstruksikan anggaran emergency pascakerusuhan di Lapas Banceuy Bandung, Sabtu 23 April 2016.