Harga Pupuk dan Bibit Cabe di Banyumas Naik

EKONOMI

BANYUMAS, (PRLM).- Harga pestisida, pupuk dan bibit cabe baik hingga 15-20 persen, petani di sentra produksi cabe Lereng Gunung Slamet Kecamatan Karangreja Purbalingga Jawa Tengah, beralih ke komoditas lain.

Efek domino dari terjadinya lonjakan biaya sarana produksi menanam cabe, adalah tersendatnya suplai ke pasar lokal, sehingga harga semua jenis cabe naik.

Petani asal Desa Serang Kecamatan Karangreja Purbalingga Sugito menuturkan, sebelum terjadi lonjakan pestisida di Desa Serang ada 50 hektare lahan cabe. "Saat ini hanya 15 ha saja. Sebab biaya produksi mahal," katanya Senin (10/6).

Pada saat curah hujan seperti ini kebutuhan pestisida sangat tinggi. Hampir 50 persen biaya produksi untuk membeli pestisida.

Biaya per ha menanam cabe mencapai Rp 75-80 juta, sekitar 50 persenya untuk belanja pestisida "Jika tidak kita semprot maka tanaman akan hancur di serang jamur," katanya.

Saat ini dengan harga pestisida yang melonjak hingga 20 persen, bibit cabe 15 persen dan kompos 10-15 petani tidak punya modal.

Menurut Sugito yang juga pengepul sekaligus pemasok cabe di wilayah Jateng bagian utara, Cirebon dan Pasar Kramat Jati Jakarta. Petani Serang mampu mensuplai cabe ke Pasar Cirebon sebesar 5 - 7 ton perhari, sementara untuk pasar di Jakarta antara 7 - 10 ton per hari.

Dengan tingginya harga saarana produksi mananam cabe, Petani petani kini lebih tertarik menanam kobis atau wortel yang harganya kini naik Rp 4000-5000 ditingkat petani biasanya hanya Rp 1000-2500 per kg. Biaya produksinya juga lebih hemat Rp 30 juta per ha. (A-99/A-26).***

Baca Juga

Jokowi: Lemahnya Rupiah adalah Sinyal Perlunya Perbaikan Ekonomi

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- Presiden Joko Widodo terus memperhatikan pelemahan pada nilai tukar rupiah yang sudah menembus angka Rp 13.000 sejak dua pekan terakhir. Presiden menilai, pelemahan rupiah itu merupakan sinyal perlunya perbaikan ekonomi Indonesia.

BTN Perluas Kredit Dukung Program 1 Juta Rumah

EKONOMI

JAKARTA, (PRLM).- Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyetujui setoran deviden kepada pemerintah hanya sebesar 20 persen dari laba bersih.

Harga Bawang di Tingkat Petani Mulai Turun

EKONOMI

CIREBON, (PRLM).- Harga bawang di tingkat petani mulai turun, dari semula Rp 25.000 per kg pekan lalu, saat ini menjadi Rp 20.000 per kg.

Petani pun semakin was-was, harga bawang bakal anjlok, menyusul adanya kabar pemerintah mau impor.

Menakertrans: BLK Harus Latih Lulusan SD dan SMP

EKONOMI

SOLO, (PRLM).Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Hanif Dhakiri, mengingatkan, Balai Latihan Kerja (BLK) harus menerima peserta pelatihan dengan basis pendidikan rendah, untuk pemerataan lapangan kerja bagi seluruh masyarakat Indonesia.