Neta S Pane, "Penggantian Kapolda Jabar Terasa Aneh"

JAKARTA, (PRLM).- Indonesia Police Watch (IPW) menilai keputusan Mabes Polri untuk memutasi 11 Kapolda adalah hal yang biasa. Sebab, perpindahan dilakukan karena adanya sejumlah perwira tinggi dan Kapolda yang akan pensiun.

Namun, IPW mencatat ada enam poin yang menarik untuk dicermati dari mutasi menjelang pergantian Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Nanan Sukarna dan Kapolri Jenderal Timur Pradopo. Salah satunya, IPW menilai penggantian Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Tubagus Anis Angkawijaya terasa aneh karena yang bersangkutan belum lama menjabat sebagai kapolda.

"Pertama, dimunculkannya perwira-perwira muda untuk memegang wilayah (jadi Kapolda). Dalam hal ini, Kapolri sepertinya ingin mempersiapkan perwira-perwira mudanya untuk mengantisipasi pemilu dan pilpres 2014," ucap Ketua Presidium IPW Neta S Pane kepada "PRLM", di Jakarta, Sabtu (8/6/2013).

Kedua, dimunculkannya perwira-perwira dari lembaga pendidikan Polri untuk memegang wilayah (jadi kapolda). "Di sini Kapolri sepertinya ingin balas jasa kepada perwira-perwira yang sudah sekian lama mengabdi di lembaga pendidikan sehingga diberi kesempatan untuk memegang jabatan strategis, seperti kapolda," tuturnya.

Strategi ini juga, kata dia, untuk menepis asumsi bahwa lembaga pendidikan adalah "tempat pembuangan". Ketiga, khusus untuk Jabar, pergantiannya tergolong aneh karena kapoldanya baru menjabat, belum ada setahun.

"Bandingkan dengan Kapolda Sumatera Utara dan Jawa Timur yang sudah dua tahun lebih. Sehingga patut dipertanyakan, apakah pergantian Kapolda Jabar itu berkaitan dengan kasus Susno Duadji yang berlindung ke Polda Jabar saat akan ditangkap aparat kejaksaan," ujarnya.

"IPW memberi apresiasi kepada kapolri yang telah melakukan mutasi besar-besaran ini. Para kapolda baru diharapkan bekerja profesional sebagai polisi," tutur Neta. (A-194/A-88)***

Baca Juga

Cek Dana JHT Cukup Lewat BPJSTK Mobile

JAKARTA, (PR).- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan terus mengupayakan perlindungan menyeluruh bagi seluruh pekerja di Indonesia dapat segera terwujud. Hal itu antara lain dilakukan dengan hadirnya fitur baru pada aplikasi BPJSTK Mobile.

VAKSIN tidak dapat bekerja dengan baik tanpa tidur yang nyenyak, demikian hasil studi terbaru.*

Kasus Vaksin Palsu Bukti Kemenkes dan Badan POM Teledor

JAKARTA, (PR).- Terkuaknya kasus vaksin palsu merupakan hal yang sangat tragis. Pemalsuan yang berlangsung sampai 13 tahun itu menunjukkan pengawasan oleh Kementerian Kesehatan dan Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan) terhadap industri farmasi lemah, bahkan teledor.

VAKSIN tidak dapat bekerja dengan baik tanpa tidur yang nyenyak, demikian hasil studi terbaru.*

Antisipasi Vaksin Palsu, Dinkes Lakukan Pendataan

YOGYAKARTA, (PR).- Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta akan melakukan pendataan asal vaksin yang digunakan di rumah sakit swasta maupun pemerintah, klinik, apotek maupun praktik dokter mandiri untuk mengantisipasi peredaran vaksin palsu.

Menteri Pertahanan Yakin Filipina Serius Bantu Selamatkan Sandera

JAKARTA, (PR).- Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu yakin pemerintah Filipina serius menangani 7 WNI Indonesia yang disandera kelompok bersenjata. Dalam penanganan 7 WNI ini, TNI masih memonitor dan belum sampai masuk ke wilayah Filipina.