Headlines

PPDB Tahun Ini Tetap Gunakan Kluster

BANDUNG,(PRLM).- Aturan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2013/2014 tidak banyak berubah. Sistem PPDB tetap menggunakan sistem kluster. Baik untuk sekolah menengah pertama (SMP) maupun sekolah menengah atas (SMA) dibagi berdasarkan tiga kluster.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Oji Mahroji mengatakan dengan sistem kluster maka siswa dari sekolah mana pun boleh mendaftar selama mempunyai nilai yang pas di sekolah yang dituju. Dengan begitu maka kondisi di Kota Bandung tidak ada anak yang haknya ditutup. Kalau kluster dihapus dan jadi rayonisasi maka untuk mendorong SMAN 24 untuk setara SMAN 3 masih perlu waktu. Perlu komitmen sekolah dan peningkatan guru.

"Kalau tanpa kluster dan dilepas aja, nanti tidak ada sekolah yang terangkat naik ke permukaan. Kami berharap dilihat dari sebab akibatnya sistem kluster ini maka untuk ke depannya perlu ada penelitian dulu untuk menentukan sistem mana yg cocok seperti saat menentukan unitcost. Ini langkah akademis dan realistis," kata Oji dalam Uji Publik Draft Pokok Petunjuk Teknis PPDB 2013/2014 di SMAN 8 Jln. Selontongan, Kota Bandung, Jumat (7/6/2013).

Selain itu, PPDB kali ini juga masih menggunakan jalur akademis dengan pemeringkatan nilai Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) dan non akademis dengan kuota 10 persen melalui jalur tidak mampu dan prestasi. Untuk pendaftaran jalur non akademis SMP, SMA/SMK dimulai pada 17 hingga 22 Juni 2013. Untuk seleksi non akademis dimulai pada 24 dan 25 Juni 2013. Sementara untuk jalur akademis TK,SD,SMP,SMA/SMK dimulai dari 1 hingga 6 Juli 2013.

Oji mengatakan meskipun tidak banyak yang berubah pada PPDB 2013-2014 kali ini. Akan tetapi dengan perubahan status sekolah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) maka penerimaan siswanya sama dengan PPDB sekolai reguler. Sementara untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada PPDB tahun ini tidak menggunakan pembobotan nilai. "PPDB untuk SMK menggunakan nilai UN. Akan tetapi tetap ada tes khusus walaupun tidak disemua sekolah. Disesuaikan dengan bidang keahliannya," kata Oji.

Oji juga mengimbau bagi sekolah untuk melakukan seleksi jalur prestasi dengan benar. Hal tersebut karena akan banyak siswa berprestai dan banyaknya siswa yang tidak mampu mendaftarkan ke sekolah. Oleh karena itu sekolah perlu melakukan seleksi secara cermat baik kepada yang mengikuti jalur prestasi atau tidak mampu sesuai dengan jumlah yang diterima. Terkait titip-menitip siswa oleh oknum pejabat. Oji menegaskan hal tersebut tidak dipebolehkan dan sebagaiknya pihak sekolah tidak melakukannya. (A-208/A-147)***

Komentari di Facebook !