Sengketa Pilkada

Camat Majalaya, Karawang Meninggal Dunia Seusai Bersaksi di PTUN

JAWA BARAT
NANI Rosanin istri Camat Majalaya, Kabupaten Karawang, Almarhum Muhamad Yunus (paling kanan) berderai air mata saat memaparkan kronologi kematian suaminya, di rumahnya, Perum Cikampek Indah, Desa Sari mulya, Kec. Kota Baru, Kamis (6/6/2013).*
DODO RIHANTO/PRLM
NANI Rosanin istri Camat Majalaya, Kabupaten Karawang, Almarhum Muhamad Yunus (paling kanan) berderai air mata saat memaparkan kronologi kematian suaminya, di rumahnya, Perum Cikampek Indah, Desa Sari mulya, Kec. Kota Baru, Kamis (6/6/2013).*

KARAWANG, (PRLM).- Rona kesedihan masih terpancar dari wajah Nani Rosani, istri Camat Majalaya, Kabupaten Karawang, almarhum Muhamad Yunus, Kamis (6/6/13). Wanita paruh baya itu, tidak menyangka suaminya bakal meninggal dunia secara tragis.

Yunus menghembuskan napas terakhirnya seusai memberi kesaksian kasus gugatan pemilihan kepala desa di Pengadilan Tata Usaha Negara (TUN) Bandung, Rabu siang (5/6). Yunus konon dipaksa pengacara penggugat untuk hadir di dalam persidangan, kendati dalam kondisi sakit.

"Bapak terpaksa memenuhi panggilan hakim, walau dalam kondisi tidak vit. Bapak merasa tidak bersalah dalam kasus itu, sehingga beliu ingin persoalan ini cepat selesai," tutur Nani, ketika ditemui di rumahnya, Perum Cikampek Indah, Desa Sari mulya, Kec. Kota Baru.

Dijelaskan, persoalan itu muncul pascapenyelenggaraan Pilkades Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, 25 November 2012. Waktu itu salah seorang calon kades yang kalah, Okta Sutisna merasa tidak puas terhadap hasil perhitungan suara.

Dia menggugat panitia Pilkades melalui Pengadilan TUN Bandung. Bahkan yang bersangkutan menyiapkan pengacara Elyasa Budiyanto dan Arif Mulyawan untuk mengurus kasus tersebut.

Dalam perjalan sidang, tim pengacara meminta Camat Majalaya, M. Yunus ikut memberikan kesaksian. Bahkan, mereka melakukan teror mental terhadap M. Yunus.

"Beberapa kali mereka mengerahkan massa untuk mengepung kantor Kecamatan Majalaya. Bahkan bapak, kerap diteror melalui telepon," ujar Nani.

Padahal, lanjut Nani, sebelum Pilkades dilaksanakan, suaminya sudah terserang stroke. Selama enam bulan M. Yunus tidak bisa menjalankan tugasnya sebagai camat secara optimal.

"Pada persidangan pertama Bu Hakim sempat mengingatkan pengacara bahwa bapak dalam kondisi sakit. Tapi, pengacara siap mempertanggung jawabkan bila terjadi sesuatu. Hal itu didengar oleh semua pengunjung sidang," kata Nani.

Dikatakan, suaminya ingin persoalan itu segera selesai. Maka panggilan sidang tersebut dipenuhi kendati dalam kondisi kesehatan yang kurang baik.

"Bapak berangkat dari rumah Rabu (5/6) pukul 08.00 WIB didampingi kami, istri dan anak-anaknya," papar Nani.

Dalam persidangan, M. Yunus mampu memberikan kesaksian dengan lancar. Namun seusai sidang, kondisi kesehatannya drop.

Dia langsung terkelai lemah saat dikepung oleh para pendukung penggugat."Mungkin karena kaget dan tegang, bapak langsung tak sadarkan diri dan menghembuskan nafas terakhirnya pada saat itu juga," tutur Nani.

"Kami serahkan semuanya pada Allah. Biar Allah yang menghukum mereka di dunia dan akhirat," tutur Nani sambil bersimbah air mata. (A-106/A-88)***

Baca Juga

Mundurnya Kepala Dinas DPPKAD tak Pengaruhi Pencairan ADD dan DD

JAWA BARAT

CIANJUR,(PRLM).- Kekawatiran para Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Cianjur atas mundurnya Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPKAD) Neneng Eri Garnasih mempengaruhi pencairan bantuan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) yang tengah berlangsung ternyata tidak terbukti.

Warga Dua Desa Kesulitan Pasokan Air Bersih

JAWA BARAT

SUKABUMI, (PRLM).-Kekeringan di Kabupaten Sukabumi, Sabtu (4/7/2015) semakin meluas. Bahkan di Kecamatan Nyalindung kekeringan kini mengancam lahan pertanian di Desa Bojong Kalong dan Desa Banjarsari.

Hati-hati, Makanan Diduga Kedaluwarsa Beredar di Karawang

JAWA BARAT

KARAWANG, (PRLM).- Sejumlah produk makanan yang diduga kedaluwarsa beredar di Kabupaten Karawang. Produk makanan tersebut ditemukan ketika tim gabungan Pemerintah Kabupaten Karawang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar swalayan, mini market.

Pasar Tradisional di Indramayu Aman dari Formalin

JAWA BARAT
Pasar Tradisional di Indramayu Aman dari Formalin

INDRAMAYU, (PRLM).- Petugas gabungan dari Dinas Koperasi, UKM, Industri, dan Perdagangan Kabupaten Indramayu, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten, Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu serta BKPPP Indramayu kembali melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pasar tradisional.