Rekomendasi Cabup Bakal di Menit Akhir Jelang Pendaftaran

SUMBER, (PRLM).- Rekomendasi bakal calon bupati dan wakil bupati Cirebon dari partai politik diperkirakan baru muncul pada menit-menit akhir menjelang jadwal pendaftaran yang dibuka Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cirebon pada 21-27 Juni 2013. Saat ini beberapa partai besar masih terus menggodok para bakal calon yang telah mendaftarkan diri.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai satu-satunya parpol yang bisa maju tanpa koalisi saat ini kebanjiran segudang bakal calon yang diunggulkan. Nama-nama seperti Ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon, Tasiya Soemadi Algotas, Rektor Unswagati Djakaria Machmud, Sunjaya, dan Tarmadi kemungkinan akan bersaing ketat untuk mendapatkan rekomendasi DPP PDIP.

Meski demikian, Tasiya mendapat keuntungan sebagai kader internal yang diunggulkan saat ini. “Beberapa calon memang sangat kuat berdasarkan survei. Namun, kader internal tetap mendapat prioritas utama,” ujar Wakil Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Cirebon, Emon Purnomo, Selasa (4/6/2013).

Emon membenarkan jika rekomendasi kemungkinan baru akan disampaikan DPP PDIP menjelang hari 21 Juni 2013. Saat ini, DPP PDIP masih melakukan penjaringan atas balon-balon yang terdaftar. Sementara Tasiya sendiri mengaku tidak mau berspekulasi. Ia menyerahkan semua keputusan rekomendasi kepada DPP. Begitu pula terkait kemungkinan koalisi, Tasiya tidak menampik.PDIP tetap membuka kesempatan bagi parpol yang ingin menjadi koalisi.

Sekretaris DPC Partai Demokrat (PD) Kabupaten Cirebon Sanudi mengatakan, rekomendasi balon bupati dan wabup diperkirakan muncul setelah 20 Juni 2013. “Mungkin di menit-menit terakhir, karena kami masih membaca situasi yang ada dan menakar kekuatan bakal calon yang akan kami usung,” ujarnya.

Menurut Sanudi, saat ini Demokrat sudah mengantongi empat nama untuk balon bupati dan dua nama untuk balon wabup yang telah mendaftarkan diri. Dua nama balon bupati yang dimiliki PD saat ini adalah anggota DPR RI Nurul Qomar dan Ketua DPC PD, Agus Effendi.

Meski demikian, Sanudi menegaskan, PD masih terus mendalami hasil survei. Pasalnya, dengan jumlah kursi yang kurang memadai untuk maju sendiri, PD harus berkoalisi minimal dengan partpol non parlemen. “Kalau di menit akhir survei menunjukan balon kami cukup kuat, kami akan tetap maju untuk E-1 dan berkoalisi dengan parpol besar yang mau mengusung E-2 atau parpol non parlemen. Namun jika kurang kuat, bisa saja kami berkoalisi dengan parpol besar dengan hanya mengusung E-2,” ujar Sanudi. (A-178/A_88)***

Baca Juga

302 Pendaftar Lolos Seleksi PPK

CIKARANG, (PR).- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi mengumumkan 302 calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bekasi 2017, Senin 27 Juni 2016. Nama-nama tersebut berhasil lolos penelitian administrasi.

KPU Serahkan Penambahan Anggota Kepada Presiden

JAKARTA, (PR).- Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyerahkan keputusan penambahan anggota baru selepas meninggalnya Husni Kamil Manik kepada Presiden. Berdasarkan aturan, anggota KPU harus berjumlah 7 orang.

DPR Beri Sinyal Penolakan Sistem Proporsional Terbuka

JAKARTA, (PR).- Muncul wacana penolakan terhadap rancangan undang-undang usulan pemerintah untuk menerapkan sistem proporsional daftar terbuka dalam pemilihan calon legislatif. Penolakan terutama muncul terkait dengan persoalan "unjuk kekuatan" modal di antara caleg.