Demonstrasi Antipemerintah di Turki Mulai Memakan Korban

LUAR NEGERI

ISTANBUL, (PRLM).-Demonstrasi antipemerintah yang kemudian berujung dengan kerusuhan di sejumlah kota di Turki masih terus berlanjut.

Bahkan, kini memasuki hari kelima, aksi protes terbesar dan kerusuhan terburuk dalam sejarah Turki tersebut mulai memakan korban.

Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (4/6/13), dua demonstran Turki tewas akibat aksi represif aparat keamanan. Soal jumlah korban yang meninggal itu, masih simpang siur.

Laman Al Jazeera menyebutkan tiga orang tewas. Selain itu, ribuan demosntran terluka dan puluhan mobil, gedung terbakar.

Salah seorang warga yang tewas itu adalah mahasiswa berusia 22 tahun yang ditembak di Kota Antakya pada Selasa dini hari WIB atau Senin malam waktu setempat.

Korban tewas lainnya adalah seorang demosntran di Istanbul. Polisi dilaporkan, selain menggunakan gas air mata juga memakai senjata api untuk memberangus para pemrotes antipemerintah. (A-133/A-89)***

Baca Juga

Cina Setujui UU Keamanan Nasional Baru

LUAR NEGERI

BEIJING, (PRLM).- Kongres Rakyat Cina telah menyetujui UU Keamanan Nasional baru yang menurut pengritik semakin memperluas dan memperkuat penindasan terhadap para pembangkang.

Pilot Transasia Salah Matikan Mesin Pesawat

LUAR NEGERI

TAIPEI, (PRLM).- Pengawas penerbangan Taiwan mengeluarkan data yang memperlihatkan pilot pesawat TransAsia yang mengalami kecelakaan di Taipei, mematikan mesin yang masih berfungsi setelah mesin lainnya berhenti bekerja.

Otorita Palestina Tangkap Lebih dari 100 Anggota Hamas

LUAR NEGERI

GAZA, (PRLM).- Aparat keamanan Otorita Palestina menangkap lebih dari 100 anggota kelompok Hamas di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Ini adalah gelombang penangkapan yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

ISIS Menarik Tentara Taliban Bergabung

LUAR NEGERI

BATI KOT, (PRLM).-Kelompok militan Negara Islam tampak berhasil menarik banyak pengikut baru di Afghanistan, dengan milisi Afghanistan terlihat mengusung bendera hitam ISIS di beberapa bagian provinsi Nangarhar.