Demonstrasi Antipemerintah di Turki Mulai Memakan Korban

LUAR NEGERI

ISTANBUL, (PRLM).-Demonstrasi antipemerintah yang kemudian berujung dengan kerusuhan di sejumlah kota di Turki masih terus berlanjut.

Bahkan, kini memasuki hari kelima, aksi protes terbesar dan kerusuhan terburuk dalam sejarah Turki tersebut mulai memakan korban.

Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (4/6/13), dua demonstran Turki tewas akibat aksi represif aparat keamanan. Soal jumlah korban yang meninggal itu, masih simpang siur.

Laman Al Jazeera menyebutkan tiga orang tewas. Selain itu, ribuan demosntran terluka dan puluhan mobil, gedung terbakar.

Salah seorang warga yang tewas itu adalah mahasiswa berusia 22 tahun yang ditembak di Kota Antakya pada Selasa dini hari WIB atau Senin malam waktu setempat.

Korban tewas lainnya adalah seorang demosntran di Istanbul. Polisi dilaporkan, selain menggunakan gas air mata juga memakai senjata api untuk memberangus para pemrotes antipemerintah. (A-133/A-89)***

Baca Juga

Pemberontak Islamis Masuki Kota Bagian Barat Laut Suriah

LUAR NEGERI

LONDON, (PRLM).- Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris menyatakan pemberontak Islamis telah mendesak maju memasuki kota strategis di bagian barat laut Suriah, Jisr al-Shughour.

Observatory hari Sabtu menyatakan pemberontak menguasai beberapa bagian kota itu.

Gempa Nepal

Indonesia Kirimkan Bantuan Kemanusiaan ke Nepal

LUAR NEGERI

JAKARTA, (PRLM).- Gempa Nepal berkekuatan 7,9 Skala Richter (SR) pada Sabtu (25/4) mengakibatkan tewasnya ribuan orang dalam peristiwa tersebut. Pemerintah Indonesia menyatakan dukacita yang mendalam atas kejadian tersebut.

Gempa Nepal

Banyak Perkampungan di Himalaya Tertutup Longsor

LUAR NEGERI

KATHMANDU, (PRLM).- Saat ini jumlah korban tewas gempa Nepal lebih dari 3.700 orang, tetapi jumlah ini masih bisa bertambah karena proses evakuasi masih terus dilakukan, termasuk di sejumlah wilayah terpencil di kawasan pegunungan Himalaya.

Gempa Nepal

Distribusi Bantaun Lamban

LUAR NEGERI

KATHMANDU, (PRLM).- Bantuan internasional mulai didistribusikan. Namun banyak warga mengeluh karena proses distribusi sangat lamban. Mereka pun marah dan menilai pemerintah tak becus menangani korban gempa.