Demonstrasi Antipemerintah di Turki Mulai Memakan Korban

LUAR NEGERI

ISTANBUL, (PRLM).-Demonstrasi antipemerintah yang kemudian berujung dengan kerusuhan di sejumlah kota di Turki masih terus berlanjut.

Bahkan, kini memasuki hari kelima, aksi protes terbesar dan kerusuhan terburuk dalam sejarah Turki tersebut mulai memakan korban.

Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (4/6/13), dua demonstran Turki tewas akibat aksi represif aparat keamanan. Soal jumlah korban yang meninggal itu, masih simpang siur.

Laman Al Jazeera menyebutkan tiga orang tewas. Selain itu, ribuan demosntran terluka dan puluhan mobil, gedung terbakar.

Salah seorang warga yang tewas itu adalah mahasiswa berusia 22 tahun yang ditembak di Kota Antakya pada Selasa dini hari WIB atau Senin malam waktu setempat.

Korban tewas lainnya adalah seorang demosntran di Istanbul. Polisi dilaporkan, selain menggunakan gas air mata juga memakai senjata api untuk memberangus para pemrotes antipemerintah. (A-133/A-89)***

Baca Juga

Mesir Tunda Putusan bagi Wartawan Al Jazeera

LUAR NEGERI

KAIRO, (PRLM).- Pengadilan Mesir menunda persidangan Kamis (30/7/2015) yang semula dijadwalkan untuk mengumumkan vonis pengadilan ulang terhadap tiga wartawan Al Jazeera yang dituduh mendukung partai Ikhwanul Muslimin yang dilarang di negara itu.

153 Warga Tiongkok Ikut Dibebaskan, Warga Myanmar Meradang

LUAR NEGERI

YANGON, (PRLM).- Menyikapi pembebasan ratusan tahanan asing, tak semua warga Myanmar senang dengan pembebasan tahanan tersebut. Pasalnya, pemerintah Myanmar juga membebaskan 153 warga Tiongkok yang melakukan pembalakan liar di kawasan Kachin.

Meski Kondisi Darurat Akibat Banjir, Muslim Rohingya Ditolak Mengungsi

LUAR NEGERI

YANGOON, (PRLM).- Presiden Myanmar Thein Sein mengumumkan keadaan darurat di empat wilayah setelah banjir menewaskan 27 orang menyusul hujan lebat selama beberapa pekan terakhir.

Benda Kedua yang Diduga MH370 Ditemukan di Pantai Pulau Reunion

LUAR NEGERI

SAINT DENIS, (PRLM).- Benda kedua yang diduga potongan pesawat Malaysia Airlines MH370 ditemukan di pantai Pulau Reunion, Samudra Hindia.

Beberapa kalangan meyakini barang yang ditemukan di bagian selatan Kota St Denis tersebut sebagai bagian dari pintu pesawat.