Demonstrasi Antipemerintah di Turki Mulai Memakan Korban

ISTANBUL, (PRLM).-Demonstrasi antipemerintah yang kemudian berujung dengan kerusuhan di sejumlah kota di Turki masih terus berlanjut.

Bahkan, kini memasuki hari kelima, aksi protes terbesar dan kerusuhan terburuk dalam sejarah Turki tersebut mulai memakan korban.

Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (4/6/13), dua demonstran Turki tewas akibat aksi represif aparat keamanan. Soal jumlah korban yang meninggal itu, masih simpang siur.

Laman Al Jazeera menyebutkan tiga orang tewas. Selain itu, ribuan demosntran terluka dan puluhan mobil, gedung terbakar.

Salah seorang warga yang tewas itu adalah mahasiswa berusia 22 tahun yang ditembak di Kota Antakya pada Selasa dini hari WIB atau Senin malam waktu setempat.

Korban tewas lainnya adalah seorang demosntran di Istanbul. Polisi dilaporkan, selain menggunakan gas air mata juga memakai senjata api untuk memberangus para pemrotes antipemerintah. (A-133/A-89)***

Baca Juga

Bom Meledak di Attaturk, Belum Ada Korban WNI

JAKARTA, (PR).- Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Turki meningkatkan kewaspadaan setelah ledakan terjadi di‎ Bandara Attaturk, Istanbul.

Dilantik Jadi Presiden Filipina, Duterte Ogah Kenakan Jas dan Dasi

MANILA, (PR).- Rodrigo Duterte resmi dilantik sebagai Presiden Filipina ke-16 dalam upacara sederhana di Istana Malacanang, Manila, Kamis 30 Juni 2016. Seperti dilaporkan Reuters, dalam acara pelantikan tersebut, hanya media pemerintah yang dibolehkan meliput.

Pemilu Australia: Petahana Harus Galang Koalisi

CANBERRA, (PR).- Hasil pemilu Australia, Minggu 3 Juli 2016 menunjukkan bahwa Partai Buruh dan Partai Liberal hampir imbang. Data sementara menunjukkan Partai Buruh unggul atas petahana, meski belum semua suara dihitung. Suara yang dikirim lewat pos masih belum dihitung.

Formosa Tanggung Kerugian Akibat 70 Ton Ikan yang Terdampar

HANOI, (PR).- Formosa Ha Tinh Steel Corp, anak perusahaan dari Taiwan Formosa Plastics Group mengaku akan bertanggung jawab atas bencana lingkungan yang menyebabkan 70 ton ikan mati terdampar di sepanjang lebih dari 200 km (125 mil) dari pantai Vietnam pada awal April 2016 lalu.