Timpang, Tunjangan Antara Panitera Pengganti dengan Hakim

BANDUNG, (PRLM).– Pengadilan Negeri Klas 1A Bandung telah mengupayakan tuntutan panitera pengganti (PP) terkait kenaikan tunjangan jabatan. Selama enam tahun terakhir, tunjangan bagi PP di PN Klas 1A Bandung masih Rp 375 ribu per bulan. Sementara "rekan kerja" PP dalam ruang sidang yaitu hakim, tunjangannya 50 kali lipat lebih besar.

Kepala Humas PN Klas 1A Bandung Djoko Indiarto mengakui jika saat ini ada kesenjangan penghasilan antara hakim dan panitera. "Dulu memang jaraknya tidak terlalu jauh dan wajar. Kalau saat ini kami akui memang jaraknya itu jauh," ucapnya.

Namun dia telah telah memperjuangkan kenaikan tunjangan PP itu hingga pemerintah pusat. "Kami perjuangkan mulai dari Pengadilan Tinggi, Mahkamah Agung hingga ke Komisi Yudisial," katanya, Senin (3/6/2013) kepada wartawan, di PN Klas 1A Bandung, Jln. LLRE Martadinata, Kota Bandung.

Djoko juga menuturkan jika dia sudah menerima jawaban dari pemerintah pusat terkait tuntutan kenaikan tunjangan PP itu. "Sudah ada respons dari pusat. Mudah-mudahan bisa cepat keputusannya. Nah, nanti yang naik itu entah remunerasinya atau tunjangannya. Yang jelas take home pay-nya pasti meningkat," ucapnya. (A-128/A_88)***

Baca Juga

DAERAH aliran Sungai Citarum yang tercemar limbah industri dan pendangkalan memisahkan Kecamatan Katapang dan Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Rabu (15/8). Pencemaran yang masuk ke badan Sungai Citarum belum bisa dihentikan karena masih tidak tegas

Sanksi Sosial untuk Pencemar Citarum Segera Diberlakukan

BANDUNG,(PR).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan sanksi sosial bagi pelaku industri yang kedapatan melakukan pencemaran terhadap Sungai Citarum. Pemprov Jabar mengancam akan menjatuhi sanksi sosial terhadap perusahaan yang berada dalam catatan hitam pemprov.

Langgar Aturan, Sopir Angkot Dihukum Push Up

BANDUNG, (PR).- Sopir angkutan kota di bawah Koperasi Angkutan Masyarakat (Kopamas) Kota Bandung tengah disidak oleh pihak pengurus. Mereka yang diketahui tidak tertib, langsung dihukum push-up meski sedang mengangkut penumpang.