Mobil Esemka Walikota Solo Mangkrak

SATU prototipe mobil Esemka yang kini mangkrak di ruang Teaching Factory SMK Solo Techno Park.*
TOK SUWARTO/PRLM
SATU prototipe mobil Esemka yang kini mangkrak di ruang Teaching Factory SMK Solo Techno Park.*

SOLO, (PRLM).- Nasib prototipe dua buah mobil Esemka Rajawali yang pernah mengguncang dunia otomotif Nusantara dalam keadaan mangkrak di ruang Teaching Factory SMK Solo Techno Park (STP), kawasan Pedaringan, Solo.

Kedua mobil dengan nopol AD 1 A dan AD 2 A yang sewaktu Gubernur DKI Jokowi masih Walikota Solo pernah menjadi kendaraan dinasnya mengalami kerusakan di beberapa bagian, seperti bodi bagian kanan yang mengelupas catnya dan kaca depan retak.

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo yang akrab disapa Rudy itu angkat tangan menghadapi kondisi mobil tersebut. Alasannya, kedua mobil tersebut memang milik PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) yang memproduksi mobil Esemka bersama para siswa SMK Solo.

"Mobil itu milik PT SMK. Pemkot Solo kan hanya membantu sampai mobil itu lulus uji emisi dan tugas kami sudah selesai," katanya kepada wartawan, Sabtu (1/6/2013).

RudY menyarankan, kedua mobil tersebut agar dimuseumkan. Sebab, dari dua mobil itulah tonggak awal dimulainya industri mobil Esemka. "Mungkin dua mobil itu bisa dimuseumkan. Sebagai penanda kedua mobil itulah yang dikendarai Walikota dan Wakil Walikota Solo ke Jakarta untuk menjalani uji emisi," ujarnya. (A-103/A-26).***

Baca Juga

Hari Libur Nasional 1 Juni Belum Berlaku Tahun Ini

JAKARTA, (PR).- Besok, Rabu, 1 Juni 2016 dipastikan bukan sebagai hari libur. Soalnya, keputusan apakah 1 Juni dijadikan sebagai Hari Lahir Pancasila dan apakah dijadikan sebagai hari libur nasional baru diputuskan besok.

Baru Menikah, Vinka Coba Bunuh Diri

BANYUMAS, (PR).- Pengantin baru Vinka Kartika Sari (17), warga Desa Notog, Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas Jawa Tengah terluka bakar serius, setelah berupaya bunuh diri dengan cara bakar diri.

Riau Bertekad Kembangkan Sektor Pariwisata

PEKANBARU, (PR).- Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Lebih baik mengejar ketinggalan daripada kehilangan kesempatan bersaing. Itulah spirit baru yang tengah digalang kuat oleh Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.