Kadisdik Purbalingga Iskhak Diperiksa Kejari

PURBALINGGA, (PRLM).- Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah Iskhak diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat sebagai tersangka Jumat (31/5). Terkait dugaan pungutan 5 persen terhadap sekolah dasar penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) 2012.

Selain Iskhak, Kejari Purbalingga juga menetapkan tiga tersangka lain, mereka itu Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dindik Kecamatan Bobotsari, Suprapto Kepala UPT Kecamatan Bukateja, Mugi Raharjo dan Kepala UPT Kecamatan Purbalingga, Sahlan.

Iskhak datang untuk pemeriksaan usai salat Jumat, sebelumnya ada spekulasi dia tidak datang karena ke Semarang. Dia didampingi penasehat hukum dari tim advokasi PGRI Jateng.

"Sejak Kamis saya di Semarang meminta petunjuk PGRI Jateng terkait pemanggilan pemeriksaan Kejaksaan dengan status tersangka," katanya sebelum menghadap tim penyidik kejaksaan Jumat.

Iskhak mengakui kaget dengan pemeriksaan sebagai tersangka, Sebab sebelumnya tidak pernah dipanggil untuk pemeriksaan sebagai saksi sekalipun.

Kendati demikian Kasi Pidana Khusus Kejari Purbalingga, Wawan Kustiawan menjelaskan Pihaknya sudah memeriksa 100 orang, mereka adalah kepala sekolah penerima DAK, Kepala UPTD dan Kadindik.

Tim Penyidik sudah menyita barang bukti berupa dokumen dan uang. Kejari menjerat mereka dengan
Pasal 12 UU No 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) huruf E dan F. Mereka terancam hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun.

Selain kasus dugaan korupsi yang menjeratnya, Iskhak juga menjadi tersangka kasus pemalsuan tanda tangan yang sedang di tangani Polres Purbalingga. (A-99/A-26).***

Baca Juga

Mahasiswa UGM Asal Bekasi Meninggal Terjatuh dari Lantai Dua

YOGYAKARTA, (PR).- Seorang mahasiswa D3 Teknik Mesin Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) asal Bekasi, Eko Nur As'adi, meninggal pada pukul 19.00 setelah terjatuh dari lantai 2 salah satu gedung di Sekolah Vokasi pada Sabtu 16 Spet

Luhut: Jangan Habiskan Energi Membicarakan G 30 S/PKI

JAKARTA, (PR).- Menko Maritim Luhut Pandjaitan mengimbau masyarakat agar tidak menghabiskan energi membicarakan G 30 S/PKI. Menurut dia, ancaman robotic yang bisa mengancam lapangan pekerjaan justru lebih penting untuk dibicarakan.