Bappeda Cianjur Tolak Pembangunan Pabrik Garmen

JAWA BARAT

CIANJUR, (PRLM).- Persiapan pembangunan pabrik garmen seluar 2,8 hektare di Kampung Palawija, Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur masih berjalan, padahal pengusaha belum mengantongi izin. Bahkan pengusa sudah membangun jembatan sementara untuk perlintasan alat berat dan truk pengangkut tanah.

"Kami sudah memberikan surat penolakan pemberian izin saat pihak pabrik meminta surat rekomendasi untuk pembangunan pabrik. Dalam surat pengajuannya, atas nama PT Golden Fox yang bergerak di bidang garmen dan akan dibangun diatas tanah seluas 5 hektare, namun yang baru dibeli saat ini baru 2,8 hektare," ucap Kepala Sub Bidang Tata Ruang Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kab. Cianjur, Yus Rustiadi saat ditemui di kantornya.

Yus mengatakan mustahil akan diberikan izin pembangunan jika dibangun di atas lahan sawah irigasi. Apalagi, setelah dicek di Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Cianjur, lahan tersebut adalah lahan sawah yang berada pada irigrasi primer.

"Semua areal persawahan yang berada diirigasi primer masuk dalam lahan pertanian abadi yang tidak boleh ada alih fungsi. Kami sudah sarankan pada pihak perusahaan untuk berganti lahan, namun tetap tidak mau dan masih memaksa agar kami memberikan ijin. Kami juga sudah angkat tangan dan tak akan memberikan ijin. Rencananya besok Satpol PP akan melakukan pengentian paksa kegiatan tersebut," katanya.

Apalagi, kata Yus, saluran irigasi primer berada dibawah tanggung jawab pemerintah pusat. Jadi, tidak akan mungkin untuk dikeluarkan ijin. "Ada sedikitnya 21.500 hektare yang sudah ditetapkan sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan, atau lahan abadi pertanian. Meskipun ada jual beli lahan sawah namun tidak boleh adanya alih fungsi lahan," ucapnya.

Lebih lanjut Yus menuturkan ada 17 kecamatan yang areal persawahannya masuk dalam lahan abadi pertanian, termasuk Ciranjang. "Tidak semua wilayah Ciranjang kami tetapkan lahan abadi pertanian. Namun, bagi sawah yang berada pada irigasi teknis, apalagi irigasi primer sudah apasti tidak boleh alih fungsi lahan," ucapnya.

Seandainya tetap dipaksakan pembangunannny, kata Yus, hal tersebut melanggar peraturan dan dipastikan tidak ada ijinnya. "Satpol PP sudah siap bertindak. Semua dinas terkait sudah memberikan laporan kepada bupati jika rencana pembangunan pabrik tersebut menyalahi aturan dan RTRW Cianjur. Bupati juga sudah memberikan perintah bagi bangunan yang dibangun tidak sesuai RTRW tidak akan diberi ijin," ujarnya.

Kasatpol PP Cianjur, Tohari mengatakan beberapa personil siap untuk melakukan penghentian paksa besok, Jumat (31/5/2013) jika pihak perusahaan tetap melakukan kegiatan pembanguanan. "Kami akan bongkar jembatan semi permanen yang mereka bangun untuk lalu lintas alat berat yang digunakan untuk persiapan lahan pembangunan pabrik," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPTPM) Cianjur, Endang Suhendar saat dikonfirmasi "PRLM" di kantornya mengatakan kegiatan persiapan lahan ataupun pembangunan pabrik tersebut belum mendapat izin.

Endang mengatakan izin peruntukan lahan dari sawah irigasi teknis bukan pada kewenangan Pemkab Cianjur. Jika memang akan dibangun pabrik, maka perizinan harus melalui rekomendasi Gubernur Jawa Barat. "Saat itu memang ada yang datang hanya untuk mendaftarkan investasinya. Namun setelah kami tahu pembangunan pabrik akan dilakukan di areal sawah irigasi teknis maka kami menolak dan kami meminta agar meminta rekomendasi dari gubernur dulu," katanya. (A-186/A-147)***

Baca Juga

Pembatalan Pelabuhan Cilamaya Ditanggapi Beragam

JAWA BARAT

KARAWANG, (PRLM).- Pembatalan rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya mendapat tanggapan beragam dari sejumlah elemen masyarakat Karawang. Pada umumnya mereka menyesalkan kebijakan itu, namun sebagian lagi ada yang menyambut baik keputusan dari Wapres Jusuf Kalla tersebut.

Perluasan Landasan Pacu BIJB Mengarah ke Situ Cimaneuh

JAWA BARAT

MAJALENGKA, (PRLM).- Situ Cimaneuh seluas 27 ha yang berlokasi di sebelah Timur landasan pacu Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Desa Kertajati, Kecamatan kertajati, Kabupaten Majalengka selama ini mengairi areal sawah seluas kurang lebih 40 hektare yang berada di dua desa masing-masing

Menolak Diajak Rujuk, Elin Dibacok Manan Suami

JAWA BARAT

MAJALENGKA, (PRLM).- Gara-gara menolak diajak rujuk oleh mantan suaminya Elin Oktaviani (30) warga Jln.

Tiket Pendakian Gunung Ciremai Naik 20.000,00

JAWA BARAT

MAJALENGKA, (PRLM).- Tiket pendakian ke Gunung Ciremai melalui jalur Apuy, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka naik sebesar Rp 20.000,00 dari sebelumnya yang hanya Rp 30.000,00 per orang atau menjadi Rp 50.000,00 per orang.