BLSM dari Pemerintah Dinilai Tidak Mendidik

JAKARTA, (PRLM).- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Sirajuddin (Din) Syamsuddin menilai Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang akan diberikan pemerintah kepada masyarakat miskin kurang mendidik. Bahkan, menurut Din Syamsuddin, panggilan akrab Sirajuddin Syamsuddin, BLSM berpotensi besar untuk diselewengkan.

“Pendekatan BLSM melalui santunan seperti ini kurang mendidik. Hal itu diibaratkan pemerintah hanya memberikan ikan bukan kail untuk memancing. Bantuan ini sebenarnya bisa digunakan berupa program yang bersifat padat karya. Dan itu lebih baik,” ucap Din seusai menerima kunjungan Ketua Umum Partai Keadialan dan Persatuan (PKP) Indonesia di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Rabu (29/5/2013).

Din mengungkapkan, BLSM yang akan diberikan pemerintah ini lebih bersifat kepada kepentingan politik menjelang pemilihan umum 2014. Sebab, yang lebih diuntungkan adalah partai pemerintah dibandingkan masyarakat miskin.

“Partai pemerintah ingin mendapatkan respon cepat dari masyarakat miskin yang seolah-olah mereka telah berjasa memberikan bantuan tunai. Ini akan berbeda kalau bantuan bersifat program padat karya. Jadi, dengan adanya BLSM diharapkan ada balas budi dan jasa dari masyarakat langsung menjelang pemilu,” katanya. (A-194/A-26).***

Baca Juga

150 Relawan PMI Surakarta dan Kedu Dilatih Tangani Dampak Bencana

SOLO, (PR).- Palang Merah Indonesia (PMI) Solo mengadakan latihan gabungan (Latgab) penanggulangan bencana bagi 150 relawan se wilayah regional Surakarta dan Kedu, di markas Badan SAR Nasional (Basarnas), Kampung Bolon, Colomadu, Kab. Karanganyar, Senin 30 Mei 2016.

Terminal 3 Ultimate Soetta Diresmikan Pertengahan Juni

JAKARTA, (PR).- Pembangunan Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, secara fisik dinyatakan sudah selesai 100 persen. Menurut rencana, terminal yang mempunyai kapasitas 25 juta penumpang itu akan diresmikan pada 15 Juni 1016 mendatang.

Ziarah ke Makam Cut Nyak Dien

ACEH dan Sumedang memiliki keterikatan emosional yang tinggi karena pahlawan nasional Aceh, Cut Nyak Dien pernah diasingkan ke Sumedang oleh pemerintahan Belanda  pada 1906.

Gempa Bumi Sumatera Barat, 2.663 Rumah Rusak dan 1 Orang Meninggal

JAKARTA, (PR).- Gempa bumi 6,5 skala Richter di barat daya Pesisir Selatan, Sumatera Barat , Kamis 2 Juni 2016 pukul 5.56 WIB telah merusakkan 2.663 rumah dan 103 ruang kelas di 19 kelurahan atau 16 kecamatan di Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Kerinci, dan Kota Padang.