Penambangan tidak Sesuai Amdal

BLH Sumedang Tegur Pengusaha Galian C

JAWA BARAT

SUMEDANG, (PRLM).- Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kab. Sumedang, sudah melayangkan surat teguran kepada sejumlah pengusaha penambangan galian C jenis sirtu (pasir dan batu) di kaki Gunung Tampomas di wilayah Kec. Cimalaka dan Conggeang. Surat teguran itu, dilayangkan karena sejumlah pengusaha melakukan eksploitasi penambangan pasir dan batu tidak sesuai Amdal (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan).

“Namun, untuk jumlah dan data lengkapnya saya kurang tahu persis, sebab datanya ada di kepala bidang (kabid). Kebetulan kabidnya sedang ada tugas di luar kantor,” kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kab. Sumedang, H. Agus Sukandar, S.H., di ruang kerjanya.

Menurut dia, dilayangkannya surat teguran kepada sejumlah pengusaha penambangan, atas dasar hasil monitoring para petugas BLH di lokasi galian C di kaki Gunung Tampomas. Hasil monitoring, sejumlah pengusaha pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) melakukan eksploitasi penambangan pasir dan batu tidak sesuai Amdal yang dibuat.

“Oleh karena itu, mereka harus memperbaiki kesalahannya, Mereka diminta memperhatikan kaidah lingkungan sesuai Amdal ketika melakukan ekploitasi galian C,” tutur Agus.

Jika pengusahanya tetap membandel, ucap Agus, BLH akan melayangkan lagi surat teguran hingga ketiga kali. Seandainya tidak digubris juga, apa boleh buat BLH akan membuat surat rekomendasi kepada Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan (BPMPP) untuk proses penghentian sementara aktivitas penambangannya. Selain itu, mengevaluasi IUP-nya.

“Keputusan menghentikan sementara aktivitas galian atau mencabut IUP, kewenangan BPMPP. Kita hanya membuat surat rekomendasi hasil pemantauan di lapangan. Seperti halnya kasus galian C di aliran Sungai Cipeles yang dihentikan sementara aktivitas penambangannya,” ujarnya.

Agus mengatakan, pemantauan lingkungan oleh petugas BLH di lokasi galian C di kaki Gunung Tampomas, terus dilakukan secara berkala. Pemantauan itu guna mengecek sejauhmana para pengusaha melaksanakan eksploitasi penambangannya sesuai Amdal dan UPL/UKL (Upaya Pemantauan dan Pengelolaan Lingkungan) yang dibuatnya. Contohnya, bekas galian harus direklamasi dan ditanami dengan pepohonan supaya kelestarian lingkungannya tetap terjaga.

“Sebab, apabila eksploitasi galian C di kaki Gunung Tampomas tidak memperhatikan kaidah lingkungan, dampaknya bisa merusak sumber mata air dan terjadi bencana alam longsor dan banjir. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada semua pengusaha agar senantiasa memperhatikan aspek lingkungan,” tuturnya. (A-67/A-147)***

Baca Juga

Lahan Kritis Masih Tinggi, Hutbun Berdayakan PKSM

JAWA BARAT

CIANJUR,(PRLM).- Penanganan lahan kritis di Kabupaten Cianjur tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja, tapi harus melibatkan semua unsur masyarakat. Kalau tidak dilakukan, niscaya lahan kritis tidak akan tuntas dan justru akan bertambah.

Polsek Sumberjaya Ciduk Pengedar Judi Togel

JAWA BARAT

MAJALENGKA, (PRLM).- Ratimu bin Jasin (36), warga Blok Mojok, Desa Panjalin Kidul, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka ditangkap pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Sumberjaya, Kabupaten Majalengka karena diduga sebagai pengedar kupon judi togel, Sabtu (21/3/2015).

Dinsosnakertrans Akan Memeriksa Dokumen Tenaga Kerja Asing

JAWA BARAT

SUMEDANG, (PRLM).-Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kab. Sumedang akan melakukan pemeriksaan kelengkapan dokumen tenaga kerja asing di semua perusahaan di wilayah Kabupaten Sumedang.

Akibat Hantaman Gelombang Pasang

40 Persen Tanaman Mangrove di Tanjungbaru Rusak

JAWA BARAT
DODO RIHANTO/PRLM

KARAWANG, (PRLM).- Empatpuluh persen dari 230 ribu bibit mangrove yang ditanam satu bulan silam di Pantai Tanjungbaru, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, saat ini dalam kondisi rusak. Tanaman penahan abrasi tersebut hancur dihantam gelombang pasang.