Hasil Audit Lanjutan Hambalang II Bisa Mengagetkan

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Badan Pemeriksa Keuangan menemukan adanya dugaan penyimpangan atau anomali dalam penggunaan anggaran pada kasus pembangunan pusat sarana olah raga Hambalang, Bogor. Temuan pada audit bertajuk Hambalang II itu didapat dari perkembangan lanjutan pemeriksaan BPK terkait permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam membongkar kasus Hambalang.

“Ada lanjutan Hambalang I. Khususnya ada (kaitan dengan) anggaran. Dalam anggaran ini, banyak hal-hal yang anomali. Yang nantinya teman-teman mendapatkan hal-hal yang benar-benar temuan kita yang anomali, yang di luar dugaan kita semuanya,” kata Ketua BPK Hadi Utomo, dalam konferensi pers terkait perkembangan audit Hambalang II, di Kantor BPK, Jakarta, Selasa (28/5/2013).

Hadi menjelaskan, perbedaan audit Hambalang I dengan Hambalang II menunjukkan adanya perkembangan. Yang terbaru dari audit Hambalang II itu yakni BPK sudah memasuki tahap penghitungan kerugian negara. Dari hasil penghitungan kerugian negara, BPK menemukan adanya penyimpangan dalam anggaran Hambalang itu. Anomali baru itu dinilai cukup untuk terus ditelusuri kebenarannya.

“Anomali hal baru. Yang tentunya sangat dalam sekali hanya belum saatnya untuk BPK karena ada kode etik. Kalau anomali-anomali, nanti saudara kalau ketahuan, akan kaget. Tapi belum saatnya (dipublikasikan). Auditor ada kode etik. Kita belum bisa,” katanya.

Hingga saat ini, BPK telah memeriksa hampir 100 orang untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan itu dilakukan kepada pejabat pemerintahan, anggota DPR, hingga pengusaha.

“Pemeriksaan saksi-saksi atau berita acara pemeriksaan keterangan, sampai hari ini telah mencapai sekitar 83. Terdiri dari eksekutif, legislatif, pengusaha, dan lain-lainnya. Tetapi detailnya kami belum boleh memberikan,” tutur Hadi.

Hadi menuturkan, BPK belum dapat mempublikasikan hasil sementara perkembangan audit Hambalang tersebut. Secara prosedural, BPK baru dapat mengemukakan secara detil jika hasil pemeriksaan telah rampung dan diterima oleh DPR. (A-196/A-88)***

Baca Juga

Nenek Asyani Supaya Dibebaskan

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Jatim III (Situbondo dan Banyuwangi) Nasim Khan mendesak pengadilan negeri Situbondo untuk membebaskan nenek Asyani, dalam kasus dugaan pencurian tiga batang kayu jati di Situbondo.

Hujan Deras, Jembatan Mangut Putus

NASIONAL

YOGYAKARTA, (PRLM).-Hujan deras yang menguyur wilayah Yogyakarta pada Rabu (22/4/2015) malam membuat Jembatan Mangut yang merupakan penghubung alternatif Magelang-Solo dan menghubungkan Desa Girikerto dan Desa Donokerto Turi Pekem, Sleman ambrol sehingga akses dua desa tersebut terputus.

Warga Amerika yang Masuk Islam Naik Empat Kali Lipat

NASIONAL
IMAM Besar Masjid New York, Shamsi Ali mengungkapkan, pascakejadi 11 September, justru banyak warga Amerika yang masuk Islam.*

JAKARTA, (PRLM).- Perubahan signifkan dirasakan umat muslim Amerika pascakejadian 11 September 2001. Umat muslim di Amerika pun saat itu menjadi sasaran akibat pandangan yang keliru. Pandangan negatif soal Islam menjadi tantangan tersendiri bagi dakwah di Amerika.

BEM-UNS Minta Keadilan UKT ke Pimpinan Baru

NASIONAL

SOLO, (PRLM).- Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (BEM-UNS) Solo, menuntut agar uang kuliah mahasiswa dalam sistem uang kuliah tunggal (UKT) diberlakukan secara adil.