Pendidikan SAR Tempur Berisiko TInggi

SOREANG, (PRLM).-Pendidikan Kursus SAR Tempur merupakan siklus pembinaan personel melalui sekaligus upaya Korpaskhas melalui lembaga pendidikan Wing III Paskhas. Pendidikan ini untuk meningkatkan kemampuan para prajurit Paskhas dalam menuju profesional dan mampu menjawab tantangan tugas dimasa kini dan masa datang.

Hal tersebut disampaikan Komandan Wing III Paskhas Kolonel Psk Rolland DG. Waha dalam pernyataannya ke "PRLM", Selasa (28/5), berkaitan dengan pelaksanaan pendidikan SAR tempur yang kini masih berlangsung.

Menurut Danwing III Paskhas, kursus yang akan berlangsung selama tiga bulan ini untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan para prajurit Paskhas agar dalam setiap tugas khususnya. "Yaitu melaksanakan tugas penyelamatan dan evakuasi personel maupun materil yang bernilai strategis di medan pertempuran, dapat telaksana secara baik dan profesional," katanya.

Para siswa melalui pendidikan SAR Tempur ini akan terbentuk prajurit Paskhas yang dalam menghadapi tugas nantinya senantiasa siap setiap saat serta mampu bertindak secara cepat dan tepat. "Tugas Paskhas untuk memberikan penyelamatan dalam segala situasi dan kondisi perang atau operasi yang sesungguhnya," ujarnya..

Menurut Danwing III Paskhas, pendidikan ini memiliki resiko yang sangat tinggi, sehingga wajar kalau timbul kekhawatiran terjadinya incident maupun accident.

"Semuanya dapat dihindari apabila para siswa memegang teguh disiplin dan selalu memperhatikan semua ketentuan yang telah ditetapkan lembaga pendidikan. Perhatikan dan serap semua pelajaran yang diberikan para pelatih selalu konsentrasi dalam setiap melaksanakan praktek-praktek lapangan," katanya.(A-71/A-107)***.

Baca Juga

Polisi Gerebek Penjual Ratusan Liter Tuak

CIMAHI, (PR).- Atas dasar laporan dari masyarakat, Jajaran Polsek Cimahi berhasil mengamankan ratusan liter tuak yang dijualbelikan di kawasan permukiman. Masyarakat diminta kritis dan bekerjasama untuk memberantas peredaran miras di Kota Cimahi.

Pejabat SOTK Baru Keluhkan Kendaraan Dinas

NGAMPRAH, (PR).- Sejumlah pejabat pada struktur organisasi dan tata kerja baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mengeluhkan belum tersedianya mobil dinas. Padahal, kendaraan dinas tersebut dibutuhkan untuk menunjang operasional saat turun ke lapangan.

4 Tahun Gedung Apdesi Terbengkalai

Kepala Desa Minta Digaji Seperti PNS

SOREANG,(PR).- Kepala desa dan perangkat desa melalui Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bandung mendesak agar pemerintah pusat, Pemprov Jabar, dan Pemkab Bandung mengalokasikan penghasilan tetap yang dibayar bul