PKS dan PPI Daftarkan Pasangan Nazar Hidayat - Tio Indra

DEKLARASI Partai Keadilan Sejahtera Kab. Majalengka dan Partai patriot Indonesia yang mengusung pasangan H.Nazar Hidayat dan H.Tio Indra Setiadi sebagai pasangan calon bupati dan wakil Bupati Majalengka di halaman Markas Pemuda Pancasila, Senin (27/5/13),
TATI PURNAWATI/KC
DEKLARASI Partai Keadilan Sejahtera Kab. Majalengka dan Partai patriot Indonesia yang mengusung pasangan H.Nazar Hidayat dan H.Tio Indra Setiadi sebagai pasangan calon bupati dan wakil Bupati Majalengka di halaman Markas Pemuda Pancasila, Senin (27/5/13), sebelum pendaftaran ke KPUD Majalengka.*

MAJALENGKA, (PRLM).- Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Majalengka dan Partai Patriot Indonesia mengusung H. Nazar Hidayat dan H. Tio Indra Setiadi sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati Majalengka pada pemilukada 2013. Kedua partai ini telah mendeklarasikan pasangan tersebut sekaligus mendaftarkannya ke KPUD Majalengka, Senin (27/5/13).

H. Nazar yang berlatar belakang sebagai pengusaha dan H. Tio Indra Setiadi yang baru saja pensiun dari birokrat serta karier terakhirnya sebagai Sekretaris Kota Tasikmalaya ini sama-sama pernah mencalonkan diri sebagai Bupati Majalengka pada periode lalu. Mereka pernah saling bersaing dan keduanya bersaing juga dengan bupati dan wakil bupati saat ini H. Sutrisno – H. Karna Sobahi.

Hampir tak banyak yang menduga kalau kedua pasangan ini akan mencalonkan kembali menjadi bupati Majalengka, karena keduanya sama-sama pernah mencalonkan diri menjadi bupati Majalengka pada pertarungan periode lalu namun keduanya kalah. Terlebih H.Tio sendiri kini mengikuti pecalonan sebagai anggota DPR dari Partai Amanat Nasional untuk daerah pemilihan Sumedang-Majalengka-Subang.

Ketika ditanya mengenai pencalonannya yang dianggap tiba-tiba muncul, H.Tio menyebutkan kalau itu menjadi bagian dari strategi. Serta ingin suasananya cukup aman, tenang hingga mencapai proses konsttusi internal.

“Kami punya semangat, itu modal yang kami miliki. Awalnya kita sama-sama pernah kalah dalam pilkada sehingga kami mengetahui apa yang menjadi kelemahan untuk menang, sedangkan mereka (petahana) tahunya hanya menang,” ungkap H. Tio sambil tertawa.

Disinggung soal kekhawatiran kemungkinan kalah terkait partai pengusungnya yang sedang menghadapi persoalan dengan KPK, H. Tio menjawab dengan tegas. “Itu tidak mengganggu suara kami karena yang terkait dengan KPK adalah pribadi seseorang bukan partai, jadi kita tetap yakin bisa menang.” ungkapnya.

Sementara itu ketua KPUD Majalengka Supriatna saat menerima pendaftaran menyatakan pihaknya masih akan meneliti bekrak pendaftaran keduanya, kekuranganya akan di kabari kemudian. Namun sementara ini ada dua kekurangan syarat yang harus dipenuhi oleh partai dan pasangan calon yakni Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan nomor rekening dana kampanye. (C-28/A_88)***

Baca Juga

Pemecatan Fahri Akan Timbulkan Perpecahan PKS

JAKARTA, (PR).- Pengamat Politik dari Universitas Indonesia, Muhammad Budyatna meyakini pemecatan Fahri Hamzah sebagai kader di semua tingkatan oleh PKS tidak lepas dari campur tangah pemerintahan.

MENTERI Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, reshuffle, kabinet, jokowi,

Teka-teki Reshuffle Seperti Soal UN, Menteri Tetap Fokus Kerja

JAKARTA, (PR).- Para pembantu presiden tidak merasa terganggu dengan kabar perombakan susunan (reshuffle) kabinet yang akan dilakukan Presiden RI Joko Widodo.

Mereka tidak menemukan adanya masalah sekalipun disebut-sebut dalam daftar nama yang akan diganti.

KETUA Umum Dekopin  Nurdin Halid saat memberikan keterangan pers terkait perkembangan koperasi di Indonesia.*

Airlangga Bidik Golkar Satu atas Dukungan Nurdin Halid

BANDA ACEH, (PR).- Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar di Bali 7 Mei 2016 dipastikan akan menjadi ajang pertarungan dua kandidat Calon Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan Ade Komarudin. Keduanya sama-sama memiliki peluang menuju Golkar satu.

Pengumpulan Dana Caketum Golkar Harus Putus Mata Rantai Korupsi

JAKARTA, (PR).- Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menilai, langkah yang dilakukan Partai Golkar melalui pembentukan komite etik, maupun penyerahan dana oleh kandidat caketum relatif baru dilakukan oleh partai di Indonesia.