Nikmatnya Buka Puasa Bersama di Masjid Nabawi

BANDUNG RAYA

BANDUNG, (PRLM).- Ramadan sekitar 1,5 bulan lagi menjelang sehingga waktu terbaik untuk mempersiapkan diri mengikuti umrah Ramadan. Waktu sebulan merupakan persiapan terbaik untuk umrah karena harus mempersiapkan dokumen, vaksin meningitis, dan lain-lain.

"Dibandingkan dengan Mekkah, maka kondisi selama Ramadan di sekitar Masjid Nabawi lebih teratur. Hal itu sesuai dengan nama Madinah yang bermakna kota, peradaban, atau kemajuan," kata Direktur BIro Perjalanan Haji Plus dan Umrah Khalifah Tour, H. Rustam Sumarna, di ruang kerjanya Jln. Cisangkuy 48 Bandung, MInggu (26/5).

Ketertiban, kesopanan, dan keramahan masyarakat Madinah Modern salah satunya diperlihatkan di saat berbuka puasa bersama di Masjid Nabawi. "Ketika usai melaksanakan salat Asar tidak lama atau sekitar setengah jam kemudian selepas mulailah tampak "supply" (kiriman) makanan dari para donatur berdatangan ke areal Masjid Nabawi," ujarnya.

Meski tidak ada panitia besar yang mengkoordinir pembagian makanan, namun pengurus Masjid Nabawi sekadar fasilitator untuk buka puasa berjemaah di masjid selama Ramadan. "Fungsi panitia di Masjid Nabawi adalah hanya mengkoordinasikan saja dengan para donatur, mengenai kebersihan masjid," ungkapnya.

Biasanya para donatur akan menyediakan makanan bagi sekitar 5-10 orang termasuk untuk jutaan jemaah umrah yang datang dari seluruh pelosok dunia. "Bukan rahasia lagi apabila setiap Ramadan Masjuidilharam maupun Masjid Nabawi menjadi lautan manusia layaknya musim haji. Untuk menyiapkan makanan berbuka puasa terdapat ratusan bahkan ribuan donatur yang melaksanakan satu kegiatan yang sama dan di saat bersamaan yakni menyiapkan makanan berbuka puasa," katanya.(A-71/A-147)***

Baca Juga

Monumen Dasa Sila Simpanglima Dipindahkan

BANDUNG RAYA
NANDANG SUKANDA/PRLM

Disperindagkop dan UMKM KBB Dianggap tak Becus

BANDUNG RAYA

NGAMPRAH, (PRLM).-Pedagang Pasar Baru Curug Agung menilai Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Bandung Barat tidak becus dalam mengelola pasar tradisional. Pasalnya, relokasi pedagang ke pasar baru di kawasan Gedong Lima, Padalarang, tidak dilakukan secara merata.

Menunggu Penumpang, Sopir Angkot Pakai Ponsel

BANDUNG RAYA
ADE BAYU INDRA/PRLM

Polwan Mengenakan Hijab

BANDUNG RAYA
USEP USMAN NASRULLOH/PRLM