Dewan Segera Bentuk Pansus Dampak Jatigede

SUMEDANG, (PRLM).- DPRD Kab. Sumedang akan segera membuat Panitia Khusus (Pansus) Penanganan Dampak Sosial Pembangunan Waduk Jatigede (PDSPWJ). Pansus tersebut akan dibentuk, guna membantu penyelesaian berbagai permasalahan dampak sosial pembangunan Waduk Jatigede yang hingga kini belum juga terselesaikan.

“Pansus Jatigede ini akan dibentuk, setelah masa reses dewan. Mudah-mudahan, minggu depan proses pembentukannya sudah dimulai. Pembentukan pansus ini secara resmi akan disahkan melalui sidang paripurna,” kata Anggota DPRD Kab. Sumedang dari Fraksi PKS, Ermi Triaji di gedung DPRD Kab. Sumedang, Kamis (23/5/13).

Menurut dia, pembentukan pansus itu, sebelumnya sudah disepakati oleh rapat pimpinan dewan, fraksi dan komisi. Bahkan dalam rapat tersebut, diundang langsung sejumlah perwakilan warga OTD (orang terkena dampak) pembangunan Jatigede.

“Keanggotaan pansus tersebut, dari perwakilan semua fraksi. Jumlah perwakilan fraksi 2-3 orang, terutama yang berasal dari daerah pemilihan (dapil) setempat yakni dapil 4 yang tahu betul kondisi di lapangan,” kata Ermi yang juga Anggota Komisi D DPRD Kab. Sumedang.

Lebih jauh ia menjelaskan, pembentukan Pansus PDSPWJ tersebut, diharapkan mampu membantu mengurai benang kusut berbagai permasalahan dampak sosial Jatigede yang begitu kompleks.

Pansus akan bekerja membantu menyelesaikan permasalahan Jatigede secara teknis. Seperti halnya membantu menyelesaikan permasalahan pembayaran ganti rugi lahan, bangunan serta tanaman milik OTD yang terlewat pada pembebasan lahan tahun 1982-1986.

Selain itu, pansus juga akan membantu secara teknis proses relokasi warga OTD. Rencananya warga OTD akan direlokasi ke Desa Conggeang Kulon, Kec. Conggeang dan Desa Sakurjaya, Kec. Ujungjaya. (A-67/A-88)***

Baca Juga

Tolak Dipindahkan, Pemkab Sediakan Lahan Ramah Bencana

SUKABUMI, (PR).- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi kini menyediakan lahan aman untuk mengantispasi pergerakan tanah di tujuh kampung di Desa Nagrakjaya dan Cimenteng, Kecamatan Curug Kembar, Kabupaten Sukabumi ,

Turis Tewas Keracunan Obat di Puncak

CIANJUR, (PR).- Seorang wisatawan asal Timur Tengah tewas setelah keracunan obat pada Selasa, 26 Juli 2017 malam. Abdul Aziz (23) diduga mengonsumsi obat secara berlebihan, dan nyawanya tidak tertolong meski telah dibawa ke RSUD Cimacan.

Setelah Garam, Harga Ikan Asin Ikut Naik

CIAMIS,(PR).- Tidak hanya garam krosok atau curah dan garam dapur,  harga ikan asin di wilayah tatar Galuh Ciamis juga ikut naik. Kenaikan harga ikan asin berkisar antara Rp 1.000 - Rp 3.000 per kilogram.