Siswa SMA Bogor Lulus 100 Persen

BOGOR, (PRLM).- Tingkat kelulusan siswa tingkat SMA/SMK/MA di Kota dan Kabupaten Bogor 100 persen. Di Kota Bogor, tercatat jumlah peserta UN mencapai 18.711 siswa. Sementara di Kabupaten Bogor mencapai 39 ribu lebih siswa yang mengikuti UN.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Fetty Qondarsyah, Jumat (24/5/2013) mengatakan angka tersebut belum termasuk dengan peserta didik dari program Paket C sebanyak 1.200 peserta didik yang akan mengikuti ujian periode II pada tanggal 1 sampai dengan 4 Juli ke depan.

Pihaknya berharap, angka kelulusan untuk tingkat SMP/MTs yang akan diumumkan pekan depan juga akan 100 persen. Lebih lanjut Fetty menjelaskan perihal penilaian kelulusan yang dihitung 40 persen dari nilai sekolah dan 60 persen dihitung dari nilai ujian sekolah.

"Sedangkan untuk kriteria kelulusan di tingkat menengah pertama dan atas dihitung dari nilai rata-rata dan semua nilai akhir paling rendah 5,5 dan nilai setiap mata pelajaran paling rendah 4,0," terang Fetty.

Selain itu peserta didik juga telah menyelesaikan seluruh program pendidikan, dinyatakan lulus aspek moral dan ahlak, lulus ujian sekolah dan lulus ujian nasional. (A-155/A-88)***

Baca Juga

Redistribusi Guru Dimulai 2018

JAKARTA, (PR).- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memastikan proses redistribusi jumlah guru akan dimulai pada awal tahun 2018.

SISWA kelas XII IPA mengikuti Ujian Sekolah, di SMAN 5 Bandung, Jln. Belitung, Kota Bandung, Senin (17/3/2014). Ujian yang berlangsung hingga Sabtu (22/3/2014) itu, diikuti sebanyak 387 siswa dengan rincian 321 siswa IPA dan 66 siswa dari bidang IPS.*

Nilai USBN dan UN Tak Dipakai untuk SNMPTN dan SBMPTN

JAKARTA, (PR).- Nilai hasil ujian sekolah berstandar nasional (USBN) dan ujian nasional (UN) tidak akan dipakai untuk penerimaan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) dan seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM

Anak Muda, Jangan Golput!

BERGABUNG dengan partai politik adalah pilihan Kamal Nuryadin sejak Juni 2017.

Industri Didorong Dirikan Politeknik

JAKARTA, (PR).- Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mendorong pihak industri untuk mendirikan dan mengelola politeknik secara mandiri.