Festival Dalang Wayang Golek Anak dan Remaja Bukti Regenerasi

SENI BUDAYA
DALANG Yudistira Manunggalih, menampilkan wayang golek dari Lingkung Seni Putra Kahuripan Kab. Karawang. Bocah yang baru duduk di kelas 3 SD menjadi satu bukti bahwa kesenian wayang golek masih diminati generasi muda.*
RETNO HY/”PRLM”
DALANG Yudistira Manunggalih, menampilkan wayang golek dari Lingkung Seni Putra Kahuripan Kab. Karawang. Bocah yang baru duduk di kelas 3 SD menjadi satu bukti bahwa kesenian wayang golek masih diminati generasi muda.*

BANDUNG, (PRLM).- Keseriusan seniman padalangan berhasil meregenerasikan seni padalangan wayang golek kepada generasi muda. Hal ini dibuktikan dengan tingginya animo dalang anak-anak dan remaja untuk mengikuti Festival Dalang Wayang Golek Anak dan Remaja Jawa Barat 2013 yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat bekerjasama dengan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Jawa Barat.

“Sungguh di luar dugaan sambutannya akan sebesar ini. Selama empat hari festival diselenggarakan tercatat 31 orang dalang dari 14 kota dan kabupaten di Jawa Barat ambil bagian,” ujar Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Jawa Barat, Tjatja Kuswara, dalam sambutannya menutup secara resmi Festival Dalang Wayang Golek Anak dan Remaja Jawa Barat 2013, Kamis (23/5/13) malam bertempat di Padepokan Seni Mayang Sunda Jalan Peta 209 Bandung.

Sementara Kepala Seksi Kesenian Tradisional Bidang Kesenian dan Perfilman di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Iwan Gunawan S.Sn., mengatakan bahwa Festival Dalang Wayang Golek Anak dan Remaja Jawa Barat 2013 selain langkah nyata upaya pelestarian dan pewarisan kesenian padalangan wayang golek, juga merupakan pengkayaan kesenian padalangan wayang golek.

“Festival (Dalang Wayang Golek Anak dan Remaja Jawa Barat 2013) bukan hanya menunjukan keberhasilan pewarisan dan mengarah pada pelestarian seni padalangan wayang golek semata, tetapi juga mampu memperkaya seni padalangan wayang golek dimana sejumlah dalang dari daerah menunjukan gaya dan kekhasan masing-masing daerah,” ujar Iwan mewakili Kadisparbud Jabar, Drs. Nunung Sobari, M.M., seraya menambahkan agar kekhasan maupun gaya tersebut diperlihatkan pemenang Festival Dalang Wayang Golek Anak dan Remaja Jawa Barat 2013, juga diperlihatkan di tingkat nasional. (A-87/A-88)***

Baca Juga

Angklung Udjo Siap Ramaikan Kongres Bambu se-Dunia

SENI BUDAYA

TASIKMALAYA, (PRLM).- Kesenian angklung akan tampil kembali pada Kongres Bambu se-Dunia yang biasa disebut World Bamboo Day. Kongres bambu tersebut akan diselenggarakan di Damyang, Korea.

Maspi Jabar Tidak Kaget Pencak Silat Jabar Dicoret dari Daftar Warisan Budaya

SENI BUDAYA
Maspi Jabar Tidak Kaget Pencak Silat Jabar Dicoret dari Daftar Warisan Budaya

BANDUNG,(PRLM).- Masyarakat Pencak Silat Indonesia (Maspi) Jawa Barat tidak merasa kaget “Pencak Silat Jawa Barat” dicoret Tim Verifikasi Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dari daftar warisan budaya tak benda.

Pameran Lukisan Karya Nana Banna

SENI BUDAYA
Pameran Lukisan Karya Nana Banna

Seniman Jepang Ciptakan Puntiran Balon Memukau

SENI BUDAYA
PUNTIRAN balon karyan seniman Jepang, Masayoshi Matsumoto yang berbentuk ubur-ubur.*
TOKYO, (PRLM).- Seniman Jepang, Masayoshi Matsumoto membawa seni memuntir balon ke tingkatan baru.
 
Di tangan Matsumoto, balon-balon dari aneka warna bisa dipuntir dan dilipat menjadi ikan mas koki, iguana, sampai laba-laba.