SMA Kristen 1 BPK Penabur dan SMA Katolik Santo Aloysius 1 Berprestasi Nasional

JAKARTA, (PRLM).- Dua dari delapan sekolah berprestasi pada ujian nasional (UN) 2013 ini ada di Kota Bandung, yakni SMA Kristen 1 BPK Penabur dan SMA Katolik Santo Aloysius 1.

Demikian disampaikan dalam konferensi pers hasil UN SMA sederajat, di Jakarta, Kamis (23/5/13).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh secara khusus memberikan apresiasinya pada sekolah yang memilki rata-rata nilai ujian nasional (UN) murni lebih tinggi dari rata-rata nilai sekolah atau nilai rapor. Hal ini menunjukkan bahwa sekolah tersebut betul-betul berkualitas dan terbukti tidak mengerek nilai siswa semata-mata untuk meluluskan mereka.

Dari segi individual, nilai tertinggi UN SMA murni diperoleh Ni Kadek Vani Apriyanti dari SMA Negeri 4 Denpasar, Bali diikuti oleh Aditya Agam Nugraha dari SMA Negeri 1 Surakarta, Jawa Tengah. Dalam daftar 12 siswa dengan nilai tertinggi, SMA Negeri 4 Denpasar mewakilkan lima murid mereka. Sekolah eks-RSBI dengan 296 siswa ini juga menjadi sekolah dengan nilai rata-rata UN murni tertinggi, yakni 9,17.

Dalam pemaparan hasil UN SMA ini, Kemendikbud dan BSNP sekali lagi menegaskan sikap mereka terkait keberadaan UN. Anggota BSNP Djemari Mardapi mengungkapkan, selain sebagai instrumen pemetaan, UN juga dibutuhkan untuk tolok-ukur perbaikan-perbaikan yang dibutuhkan dalam layanan pendidikan.

“UN perlu dilakukan rutin setiap tahun karena siswanya selalu berbeda. Siapa bisa menjamin siswa sekarang sama dengan siswa sebelumnya? Untuk itulah dibutuhkan UN,” katanya.

Menteri Nuh menjanjikan, semua pandangan mengenai UN akan dipertemukan dalam konvensi nasional September mendatang. Semua tokoh yang selama ini bersuara keras menolak pelaksanaan UN akan ia undang. (A-165/A-88)***

Baca Juga

2.992 Guru Honorer Pantas Diangkat Jadi PNS

JAKARTA, (PR).- Sebanyak 2.992 guru honorer pantas untuk segera diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pasalnya, mereka sudah berusia hampir 33 tahun, mengantongi sertifikat pendidikan dan ijasah sarjana.

Jokowi Ingin Lebih Banyak Guru SMK yang Punya Keahlian

JAKARTA, (PR).- Presiden Joko Widodo mengatakan, sebanyak 80 persen tenaga pengajar di Sekolah Menengah Kejuruan alah guru normatif. Sementara guru yang menguasai skill atau keahlian masih sangat minim.

84 Profesor Dunia Lakukan Riset Bersama Peneliti Nasional

JAKARTA, (PR). Sebanyak 84 profesor kelas dunia melakukan kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) di Indonesia melalui program Visiting World Class Professor (WCP) 2017.