STEI ITB Buka Konsentrasi Strata 2 Cyber Security

BANDUNG, (PRLM).- Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung (ITB) akan membuka konsentrasi cyber security. Program untuk strata dua (S2) untuk sementara dibuka dalam bentuk peminatan atau konsentrasi di bawah prodi Teknik Elektro untuk kemudian ke depannya akan diupayakan dibuka dalam bentuk program studi.

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB Prof.Dr. Wawan Gunawan A. Kadir mengatakan kehadiran program cyber security menjadi hal yang sangat mendesak dewasa ini. Perkembangan Information Communication Technology (ICT) yang membuat segalanya serba mudah mendorong semakin banyak kejahatan dunia maya dengan hadirnya hacker-hacker (peretas). Security menjadi point yang harus dijaga terutama dengan cerita smart society.

"STEI ITB dan juga Korea Selatan punya concern yang sama ke arah sana karena itu kita dapat grand dari Korea Selatan. Saat ini sedang dibangun satu bangunan, fasilitas dan proses pendidikan jenjang strata dua untuk cyber security di kampus ITB Jatinangor," kata Wawan di sela-sela ICT For Smart Society "Think Ecosystem Act Convergence" di Aula Barat ITB, Jln. Ganeca, Kota Bandung, Kamis (23/5/2013).

Wawan mengemukakan grand yang diterima ITB totalnya sebanyak lima hingga enam juta USD. Di luar negeri seperti Korea Selatan sudah punya pendidikan cyber security tapi di Indonesia belum ada dan ITB yang pertama membuat program pendidikan ini. "Center security untuk ICT ini sudah menjadi tuntutan karena keamanan data-data sudah banyak sekali yang diserang. Website Presiden juga dijebol," ujar Wawan.

Lebih lanjut, dia menjelaskan untuk angkatan pertama yang dibuka pada tahun ajaran baru ini bulan Agustus akan diprioritaskan untuk alumni ITB khususnya dari STEI. Kerjasama dengan Lembaga Sandi Negara dan Kementerian Komunikasi dan Informasi. Selain pendidikan jenjang S2 juga akan diberikan pelatihan-pelatihan kepada instansi-instansi pemerintah yang membutuhkan.

"Bukan berarti kami menutup untuk yang lain. Hanya untuk tahun pertama khusus diperuntukan alumni ITB karena waktu mendesak dan beasiswa terbatas. Setelah itu tahun depan akan dibuka untuk umum karena kami juga concern dengan bangsa ini," kata Wawan. (A-208/A_88)***

Baca Juga

Sistem Pembelajaran Unik Dengan Robot, Drone, dan VR

Di era yang semakin modern ini, ruang kelas di sekolah-sekolah mulai menerapkan berbagai teknologi tinggi. Mulai dari papan interaktif, menggunakan laptop, dan juga pembelajaran online semakin berkembang.

Dosen Jangan Hanya Incar Jabatan Struktural

JAKARTA, (PR).- Direktur Jendral Sumber Daya Iptek dan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Ali Ghufron Mukti menegaskan, untuk meningkatkan jumlah publikasi jurnal ilmiah internasional, seorang dosen jangan hanya mengincar jabatan struktural lektor kepala.