Dilakukan Pemerintah

Sistem Monitoring BBM Bakal Dipasang di SPBU dan 100 Juta Mobil

EKONOMI

BANDUNG, (PRLM).- Pemerintah akan menerapkan Radio Frequency Identification (RFID) dalam program pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Untuk itu, DPR mendesak agar pemerintah segera menyiapkan dasar hukum agar Sistem Monitoring dan Pengendalian (SMP) BBM dapat dilaksanakan secara efektif.

"Selain itu Pemerintah harus melakukan kajian yang komprehensif terhadap penerapan RFID ini agar tidak terjadi masalah dalam implementasi di lapangan dan kegagalan seperti program-program pengendalian yang telah digulirkan sebelumnya," kata anggota Komisi VII DPR, Rofi Munawar, dalam rilisnya ke "PRLM", Rabu (22/5/13).

RFID tersebut akan dipasang di hampir 100 juta kendaraan bermotor dan ratusan SPBU di seluruh Indonesia. "Tentu ini bukan pekerjaan mudah dan dapat dilakukan dalam waktu yang terbatas. Karenanya Pemerintah harus mampu melakukan simulasi dan perencanaan yang baik jika sistem ini diterapkan," katanya.

Selain sosialisasi yang massif dan efektif terhadap konsumen, namun juga harus meyakinkan bahwa seluruh SPBU telah siap menerapkan sistem ini. "Pemerintah berencana menerapkan per Juli teknologi RFID sudah terpasang di hampir 276 SPBU dan kendaraan roda empat di Jabodetabek, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. RFID yang dalam kegiatan teknisnya dapat melakukan monitoring secara onilne dan realtime laju distribusi dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan tren konsumsi yang tercatat pada smart card di kendaraan bermotor roda empat," katanya.(A-71/A-88)***

Baca Juga

Bensin Mahal, Jasa Angkut Beralih ke Becak

EKONOMI
Bensin Mahal, Jasa Angkut Beralih ke Becak

Indosat Luncurkan Super 4G LTE Serempak di 3 Kota

EKONOMI
Indosat Luncurkan Super 4G LTE Serempak di 3 Kota

Usaha Kuliner Menurun Akibat Isu Bahan Berbahaya

EKONOMI
SEORANG pegawai tengah memproduksi roti dan donat di sebuah rumah produksi Kota Cimahi, Kamis (30/4/2015).

CIMAHI, (PRLM).- Maraknya ulah oknum yang menggunakan bahan berbahaya dalam produk makanan membuat pelaku usaha kuliner skala rumah tangga terkena imbasnya. Dalam beberapa bulan terakhir, omzet mereka turun drastis hingga lima puluh persen.

Buruh Perkebunan Masih Perlu Banyak Perhatian

EKONOMI

BANDUNG,(PRLM).- Momentum Hari Buruh sedunia dijadikan oleh anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin, untuk meminta kepada pemerintah untuk memperhatikan dan mendukung kesejahteraan buruh perkebunan.