Headlines

Festival Dalang Anak dan Remaja Tingkat Jabar 2013

RETNO HY/"PRLM"
RETNO HY/"PRLM"
DALANG Andika Melasraya dari Sanggar Tumaritis II Karawang saat membawakan cerita Jaya Perbangsa pada Festival Dalang Anak dan Remaja 2013, bertempat di Padepokan Seni Mayang Sunda Jalan Peta 209 Bandung.*

BANDUNG, (PRLM).- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat bekerja sama dengan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Jawa Barat menyelenggarakan Festival Dalang Anak dan Remaja 2013. Penyelenggaraan Festival Dalang Anak dan Remaja 2013 dalam rangka upaya regenerasi seni pedalangan melalui pembelajaran, pengamatan dan penilaian dalam bentuk festival.

“Festival Dalang Anak dan Remaja tingkat Jawa Barat Tahun 2013, merupakan pesta dalang Anak dan Remaja Wayang Golek dan Wayang Kulit yang ada di Jawa Barat yang masih menjadi rujukan untuk menentukan dalang yang akan menjadi perwakilan Jawa Barat di tingkat nasional Juli mendatang. Selain itu festival juga bertujuan agar terjadi proses regenerasi dalang wayang (golek dan wayang kulit) secara alami dan terbina, baik keterampilan dan kreativitas teknis pedalangannya, maupun agama dan ilmu pengetahuan serta teknologi sesuai dengan perkembangan jaman,” ujar Ketua Pepadi Jabar, Tjatja Kuswara, dalam keterangannya kepada "PRLM", Selasa (21/5/13) malam.

Dikatakan Tjatja, Festival Dalang Anak dan Remaja Jawa Barat Tahun 2013, diikuti oleh dalang anak dan remaja wayang golek dan wayang kulit yang merupakan perwakilan Kabupaten dan Kota di Jawa Barat dan atau perorangan yang secara teknis dikoordinasikan oleh PEPADI kabupaten dan kota masing-masing dan atau dinas terkait kabupaten dan kota.

“Tahun (2013) ini festival diikuti 15 peserta dalang remaja dan 16 dalang anak, dibandingkan tahun sebelumnya terjadi peningkatan kuantitas maupun kualitas,” ujar Tjatja.

Festival Dalang Anak dan Remaja Jawa Barat Tahun 2013 yang berlangsung sejak Senin (20/5/13) akan berlangsung hingga Kamis (23/5/13) mendatang dengan dewan juri terdiri dari Apep Hudaya dan Lili Suparli. Penilaian yang dilakukan berdasarkan kreativitas,penjiwaan, keterampilan dan bodoran wayang. Sementara aspek pertunjukkan yang diamati dan dinilai yakni berupa sajian Antawacana dan Kawen, sajian sabet, serta sajian lakon. (A-87/A-88)***