Aktivasi Taman Budaya Kemenparekraf 2013

SENI BUDAYA
DIREKTUR Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Juju Masunah (tengah) saat memberikan paparan kepada seniman dan budayawan serta wartawan mengenai Program Aktivasi Taman Budaya 2013 yang diselenggar
RETNO HY/PRLM
DIREKTUR Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Juju Masunah (tengah) saat memberikan paparan kepada seniman dan budayawan serta wartawan mengenai Program Aktivasi Taman Budaya 2013 yang diselenggarakan di 14 Taman Budaya seluruh Indonesia, bertempat di Galeri Teh Taman Budaya Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa (21/5/13).*

BANDUNG, (PRLM).- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berupaya menciptakan ruang apresiasi bagi pelaku seni tanpa mengenal latar belakang. Program Aktivasi Taman Budaya 2013 yang diselenggarakan di 14 Taman Budaya seluruh Indonesia diharapkan menjadi pemicu kreativitas para seniman maupun kreator seni dari semua kalangan untuk menciptakan karya bernilai.

Direktur Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Juju Masunah, mengatakan bahwa era ekonomi kreatif memberikan peluang seluas-luasnya bagi para pelaku seni untuk menunjukan eksistensi berkesenian.

“Saat ini kami (Kemenparekraf) membuka ruang seluas-luasnya bagi kreator seni tradisi maupun kontemporer untuk menampilkan karya terbaiknya, dan kami akan memberikan dukungan,” ujar Juju Masunah dalam keterangan persnya pada Aktivasi Taman Budaya 2013 yang diselenggarakan Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni Budaya Kemenparekraf dan Balai Pengelolaan Taman Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, bertempat di Galeri Teh Taman Budaya Jawa Barat, Selasa (21/5).

Dikatakan Juju, saat ini memungkinkan eksplorasi aspek estetis, pelestarian, dan ekonomi seni tradisi menjadi aset bagi pengembangan ekonomi kreatif. Namun saat ini keberadaan seni tradisi masih dipandang sebelah mata dan belum mendapat apresiasi yang cukup dari masyarakat.

Juju mengatakan, seni tradisi sebenarnya mampu tetap hidup menyesuaikan diri dengan perubahan masa yang dilewatinya. Meski begitu, diakuinya, seni tradisi tetap butuh stimulus dari pemerintah, khususnya seni tradisi unggulan yang jarang ditampilkan karena dulunya merupakan konsumsi terbatas di kalangan kerajaan atau keraton. (A-87/A_88)***

Baca Juga

Asean Festival Week 2015 di Qatar

SENI BUDAYA

BANDUNG,(PRLM).- KBRI Doha dan Kedubes Asing Negara-Negara ASEAN di Doha Qatar (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Pilipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam), yang tergabung dalam ASEAN Committee in Doha (ACD) menggelar Kegiatan ASEAN Festival Week (AFW) dari 30 April-2 Mei 2015.

Hasil LabsCare Painting Didonasikan ke Rumah Singgah Kuranten

SENI BUDAYA

JAKARTA, (PRLM).- AKR Land Development melalui Gallery West menggandeng LabsCare Labschool Cibubur untuk menggelar pameran seni karya siswa yaitu “LabsCare Painting Exhibition for Donation”.

Kesenian Bangbaraan Mulai Tersingkir

SENI BUDAYA
Kesenian Bangbaraan Mulai Tersingkir

CIAMIS, (PRLM).- Suara nyaring mirip tonggeret (garengpung-jawa) ditimpa bunyi mirip kendang, menyeruak di antara rimbunnya pohon bambu di wilayah Blok Salawe, Dusun Tunggalrahayu, Desa/Kecamatan Cimaragas, Kabupaten Ciamis yang masih asri.

Edisi Pertama Novel Garcia Marquez Dicuri

SENI BUDAYA

BOGOTA, (PRLM).- Edisi pertama novel One Hundred Years of Solitude yang ditandatangani pengarang Kolombia Gabriel Garcia Marquez dicuri. Buku tersebut dipamerkan dalam lemari terkunci pada International Book Fair di ibu kota negara itu, Bogota.