Headlines

Australia Ditemukan Enam Abad Sebelum Captain Cook?

INDIANA UNIVERSITY/"PRLM"
INDIANA UNIVERSITY/"PRLM"
KOIN tembaga, yang diperkirakan berasal di Afrika dari tahun 900, ditemukan di Kepulauan Wessel di lepas pantai utara Australia pada tahun 1944.*

BLOOMINGTON, (PRLM).- Pada tahun 1944 saat berkecamuk Perang Dunia II, Maurie Isenberg, seorang tentara Australia yang ditugaskan di stasiun radar di Teluk Jensen, Kepulauan Wessel, mengisi waktu luangnya dengan  memancing. Suatu ketika ia melihat beberapa koin menyembul dari pasir. Karena ia memiliki sedikit minat dalam koin pada saat itu, ia memasukkannya ke dalam kaleng kedap udara untuk koleksi pribadinya, hingga pada tahun 1979 ia mengirimkan koin-koin itu ke sebuah museum di Australia untuk diidentifikasi.

Tak lama setelah menemukan koin-koin tersebut, Isenberg menandai “X” pada peta wilayah itu. Ian McIntosh, seorang ilmuwan Australia dan profesor dari Universitas Indiana, Amerika Serikat, kini memegang peta itu dan berniat untuk menyelidiki lebih lanjut asal muasal koin-koin tersebut.

Empat dari koin yang ditemukan Isenberg diidentifikasi sebagai koin VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie), yang dibuat pada tahun 1690. Kelima koin lainnya, berasal dari tahun 900-an hingga 1300-an, yang diyakini sebagai koin-koin Afrika dari Kesultanan Kilwa di Tanzania.

Lima koin yang berusia 1.000 tahun ini, oleh para ahli disebut-sebut mampu mengubah sejarah Australia, setidaknya menulis ulang tentang kapan dan siapa yang pertama kali menemukan benua ini.

Sejarah tertulis Australia menyebutkan, penduduk asli Australia, Aborigin, diperkirakan pertama kali tiba di daratan Australia dengan perahu dari Kepulauan Melayu (Indonesia-Filipina) antara 40.000 dan 60.000 tahun yang lalu.

Namun, orang Eropa pertama yang mendarat di Australia adalah navigator Belanda Willem Janszoon pada tahun 1606. Navigator Belanda lainnya pernah menjelajahi pantai barat dan selatan pada abad ke- 17, sehingga benua ini pernah dijuluki “New Holland.”

Pada tahun 1770, penjelajah Inggris Kapten James Cook menjelajahi pantai timur Australia. Sebuah koloni para narapidana Inggris kemudian didirikan untuk pertama kalinya di Teluk Botany pada Januari 1788.

Selama abad berikutnya, Inggris mendirikan koloni lain di benua ini dan mendesak penduduk asli lewat konflik dan penyakit yang dibawanya dari Eropa.

**
Para peneliti dari Unversitas Indiana, Amerika Serikat yang dipimpin Ian McIntosh ingin mengetahui bagaimana koin-koin tembaga berusia ribuan tahun ini berakhir di sisi lain dari Samudera Hindia enam abad sebelumnya.

Dalam kemitraan dengan badan perlindungan Aborigin di Kepulauan Wessel, tim McIntosh, yang terdiri dari pakar Australia dan Amerika, yang mencakup sejarawan, antropolog, arkeolog, dan geomorfologis, serta penjaga Aborigin. Mereka akan mensurvei situs di mana semua koin-koin itu ditemukan, dengan maksud untuk mengajukan izin penggalian dari otoritas setempat dan perencanaan logistik penggalian. Pekerjaan awal yang harus dilakukan meliputi survei lokasi, pemetaan, rekaman, uji tanah, dan analisis erosi pantai.

“Ada banyak pertanyaan yang belum terjawab mengenai penemuan koin-koin Afrika itu,” kata McIntosh seperti dikutip laman zzh1817.com belum lama ini. "Beberapa tesis telah dikemukakan oleh para sarjana, dan tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengumpulkan lebih banyak keping dari puzzle ini. Apakah ada kapal karam yang terlibat? Apakah ada lebih banyak koin? Semua pilihan ada di meja, namun hanya ekspedisi yang diusulkan yang dapat membantu kami menjawab beberapa pertanyaan yang membingungkan ini,” jelas McIntosh.

McIntosh dan timnya kini tengah mempersiapkan  sebuah ekspedisi ke wilayah tersebut pada bulan Juli mendatang.

Koin-koin berusia ribuan tahun temuan Maurie Isenberg pada tahun 1944 ini diyakini berasal dari Afrika dan aslinya berasal dari bekas Kesultanan Kilwa, dianggap begitu penting untuk menguak tabir penemuan benua Australia.

Kesultanan Kilwa pernah digunakan untuk pelabuhan perdagangan dan memiliki hubungan dengan India pada abad ke-13 hingga abad ke-16. Wilayah ini sekarang menjadi puing-puing Warisan Dunia (World Heritage) di Zanzibar, Tanzania.

Koin-koin tembaga ini adalah koin pertama yang pernah diproduksi di Afrika sub-Sahara dan telah dua kali ditemukan di luar Afrika. Pertama di Oman pada awal abad ini, dan kedua oleh Isenberg pada tahun 1944 itu.

Sementara koin-koin peninggalan VOC yang juga ditemukan prajurit Perang Dunia Kedua itu pun telah mendukung klaim bahwa para penjelajah Belanda adalah yang pertama 'menemukan' Australia pada tahun 1600-an sebelum Kapten Cook tiba pada tahun 1770  dan mengklaim benua ini masuk takhta Inggris.

McIntosh, seperti dikutip Daily Mail, percaya bahwa koin-koin ini mungkin menunjukkan bahwa ada rute perdagangan maritim yang menghubungkan Afrika timur, Arab, India, dan Kepulauan Maluku lebih dari 1.000 tahun yang lalu, jauh lebih awal dari yang diperkirakan.

Jika teori ini terbukti benar maka ini berarti bahwa peradaban lain telah menemukan dan melakukan kontak dengan Australia enam abad sebelum orang-orang Eropa. Ini bisa berarti sejarah Australia perlu ditulis ulang. Teori lain menyebutkan bahwa koin-koin ini mungkin telah terdampar di Kepulauan Wessel setelah sebuah kapal tenggelam.

Ekspedisi McIntosh pada bulan Juli diharapkan dapat membantu para ilmuwan dan arkeolog menemukan bagaimana koin-koin ini bisa tiba di Australia. McIntosh akan kembali ke lokasi yang ditandai dengan 'X' pada peta Isenberg, sekalian mencari gua rahasia Aborigin. Gua ini dikatakan dekat dengan pantai yang ditunjuk Isenberg dan diduga penuh dengan harta karun lainnya. (Aya/A-147)***

Customize This