Indonesia Harus Optimis Bisa Adil, Sejahtera, dan Aman

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Mantan Ketua Umum Partai Golkar H. Akbar Tanjung mengatakan, amanah konstitusi masih jauh dari harapan bangsa. Namun, komponen bangsa harus tetap optimistis dalam meraih negara yang adil, sejahtera, dan aman pada tahun 2045.

"Kita masih amat prihatin keadilan masih jauh. Demikian pula kesejahteraan karena kekayaan alam dikuasai perusahaan-perusahaan asing," kata Akbar Tanjung dalam Gerakan Indonesia Adil Sejahtera Aman (ASA) di Balai Kartini, Senin (20/5/13).

Menurut Akbar Tanjung, perusahaan-perusahaan asing akan lebih mendahulukan keuntungan bagi perusahaan dan pemegang sahamnya. "Bukan mementingkan kesejahteraan masyarakat Indonesia," ucapnya.

Akbar Tanjung menyambut baik kelahiran Gerakan Indonesia ASA sebagai bentuk kepedulian kepada bangsa dan masyarakat. "Orang yang terpanggil itu lebih mementingkan orang lain dan bangsanya daripada urusan diri sendiri maupun keluarganya," katanya.

Gerakan Indonesia ASA yang digagas Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso dengan Direktur Usamah Hisyam. Rencananya organiasi itu akan membentuk kepengurusan sampai ke provinsi, kabupaten/kota, kecamahan, bahkan desa/kelurahan.(A-71/A-108)***

Baca Juga

KPI Ingatkan Media Beritakan Serangan Thamrin dengan Akurat

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengecam sejumlah pemberitaan yang tidak patut, tidak akurat dan bahkan dilebih-lebihkan dalam insiden peledakan di kawasan Sarinah.

Minta Tolong, Masyarakat Batam Kirim Surat ke Presiden Jokowi

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Masyarakat pulau-pulau Rempang Galang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau, yang tergabung dalam Himpunan Masyarakat Adat Pulau-Pulau Rempang Galang (Himad Purelang) akhirnya memutuskan mencurahkan isi hatinya melalui 5 lembar surat yang dikirimkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

UNS Jangan Dianggap "Gudang" Teroris

NASIONAL

SOLO, (PRLM).- Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prof. Dr. Ravik Karsidi khawatir, disebut-sebutnya nama alumni UNS, Bahrun Naim, sebagai otak aksi teror di Sarinah Thamrin, Jakarta, menimbulkan bias informasi seakan-akan UNS dianggap gudang teroris.

Kasus Rica Positif Terkait Gafatar

NASIONAL

YOGYAKARTA, (PRLM).- Sejak ditemukannya dokter Rica Tri Handayani, Polda DIY telah menerima sebanyak 78 orang dilaporkan menghilang hingga Selasa (19/1/2016). Polisi memastikan kasus hilangnya Rica ada keterkaitan dengan ormas Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara)