Pemprov Jabar Anggarkan Pelatihan bagi Pemuda

BANDUNG, (PRLM).- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) akan mengalokasikan anggaran pelatihan kerja bagi pemuda-pemuda yang pernah terlibat dalam aksi premanisme supaya keberadaannya bermanfaat bagi masyarakat. Pemprov akan membina mereka supaya memiliki keterampilan kerja meskipun mereka sebelumnya harus dibina dulu secara mental oleh TNI dan Polri.

Hal itu dinyatakan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan usai upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional tingkat Jabar di Gedung Sate, Jl. Diponegoro Kota Bandung, Senin (20/5/2013). "Tentu ini yang kita inginkan supaya masalah sosial seperti premanisme bisa secara bertahap dan bersama-sama dituntaskan," imbuhnya.

Program itu, kata dia, dimulai oleh Polri yang memiliki tugas khusus untuk menertibkan premanisme di seluruh Indonesia, termasuk di Jabar. Pemerintah, termasuk Pemprov Jabar, pun diberikan tugas oleh pemerintah pusat untuk mendukung program Polri itu.

Menurut dia, pemberantasan masalah sosial berupa premanisme dilakukan secara menyeluruh supaya tuntas. Setelah Polri melakukan razia dan penindakan hukum, para pemuda yang pernah terlibat aksi premanisme itu akan dibina secara mental oleh TNI di masing-masing Komando Daerah Militer (Kodam) di Pusat Pendidikan Bela Negara.

"Secara berkelanjutan, pemerintah akan memberikan pelatihan keterampilan kerja yang dilakukan oleh Dinas Sosial serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Pemerintah juga akan mengupayakan supaya bisa bekerja sama dengan sejumlah pengusaha," tuturnya.

Namun, ia melanjutkan, anggaran pelatihan itu memang belum ideal karena program ini muncul di tengah tahun saat anggaran sudah berjalan. Karenanya, Pemprov akan menggunakan anggaran pelatihan yang setiap tahun biasanya dialokasikan untuk masyarakat umum, dialihkan untuk merekrut tenaga kerja binaan TNI dan Polri.

Ditambahkannya, bila akan disalurkan ke dunia kerja, memang harus ada jaminan bahwa proses pembinaan mental di Pusdiklat Bela Negara bisa betul-betul mengubah karakter mereka. "Supaya tidak sekadar skill, tapi karakter mereka juga berubah sehingga bisa berada di masyarakat untuk melakukan kebaikan. Ya, mudah-mudahan karakter merugikan bisa dihilangkan sehingga pengangguran juga bisa dihilangkan," katanya.

Sebelumnya, Kepala Disnakertrans Jabar Hening Widiatmoko mengatakan, Pemprov Jabar memang melakukan berbagai program untuk menjaring pemuda supaya bisa menjadi tenaga kerja produktif. "Kami kerja sama juga dengan karang taruna sebagai lembaga yang ada di lapisan masyarakat terbawah," ucapnya.

DikatakannYa, pengangguran di Jabar saat ini mencapai sekitar 1,8 juta jiwa. Pemerintah pun sedang menyusun pendataan pengangguran setiap nama dan alamatnya sehingga saat ada permintaan tenaga kerja bisa segera disalurkan sesuai kebutuhan dan keterampilannya.(A-160/A-147)***

Baca Juga

PETUGAS Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung berada di tangga hidrolik saat memperbaiki lampu penerangan jalan umum (PJU) di dekat Jembatan Citarum, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jumat (19/12/2014). Perbaikan lampu untuk memberikan penerangan bagi

1.000 PJU di Kabupaten Bandung Barat Mati Total

NGAMPRAH, (PR).- Sekitar 1.000 unit penerangan jalan umum di Kabupaten Bandung Barat mati total, sebagian besar berada di wilayah perkotaan. Banyaknya PJU yang mati akibat masa pakai yang telalu lama serta faktor cuaca.

Jalan Cihampelas Batal Ditutup Hari Ini

BANDUNG, (PR).- ‎Rencana penutupan Jalan Cihampelas yang sedianya diberlakukan mulai hari ini, batal dilakukan. Selain belum adanya sosialisasi secara masif kepada masyarakat, hal itu karena rambu-rambu lalu lintasnya pun belum siap.

Diduga Asyik Main HP, Pelajar SMK Tewas Tersambar Kereta

CIMAHI, (PR).- Diduga lantaran keasyikan menggunakan telefon selular, seorang pelajar bernama Gilang Saputra (17) tewas tersambar kereta api di Jalan Panca Bakti, RT 1 RW 17, Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Senin, 7 November 2016 siang.