Penggunaan Dana BOS untuk UN Dipertanyakan

PENDIDIKAN

SOREANG, (PRLM).- Aktivis pendidikan Kabupaten Bandung, Edy Gaswanto meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bandung, Juhana, untuk menunjukan asnaf atau Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis, penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Ujian Nasional (UN).

"Ayo sama-sama kita buka juklak atau juknis atau asnaf penggunaan dana BOS-nya. Apa di sana dibenarkan kalau UN itu boleh dibiayai oleh BOS. Apalagi kan anggaran untuk itu sudah ada dari pusat melalui provinsi. Jadi apa dasarnya pembenaran dari Juhana itu," kata Edi.

Edy menjelaskan sebenarnya, penggunaan dana BOS untuk UN ini, setiap tahun terus terulang. Namun sayangnya, tidak satu orang pun pihak dari Disdikbud Kabupaten Bandung yang berusaha memberikan teguran atau bahkan sanksi. Dia menduga, dana BOS itu lebih banyak dipakai untuk keperluan yang tidak jelas. Seperti memberikan uang saku untuk pengawas, petugas monitoring dari Disdikbud, konsumsi dan lain sebagainya.

"Seperti petugas monitoring dari dinas. Dia pergi ke setiap sekolah kan bekerja, pasti ada uang SPJ nya dong. Termasuk untuk para pengawasnya juga ada SPJ nya. Jangan-jangan penggunaan dana BOS itu cuma akal-akalan pihak sekolah saja," ujarnya.

Menurut Edy, jika dana BOS dipergunakan untuk kegiatan sekolah diluar UN, seperti untuk pemantapan siswa menjelang UN, itu dibenarkan. Itu pun tidak boleh digunakan secara dadakan. Melainkan harus terencana di awal tahun ajaran dan dimasukan ke dalam Rencana Anggaran Kegiatan Sekolah (RAKS)

"Tapi anehnya penggunaan dana BOS untuk UN ini kok setiap tahun terulang, namun tidak pernah terprogramkan dengan baik. Padahal kan UN itu program atau kegiatan rutin di dunia pendidikan," katanya.

Diberitakan sebelumnya, penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Dasar (SD) usai beberapa hari lalu. Namun, di Kabupaten Bandung menyisakan persoalan besar. Diduga semua SD di Kabupaten Bandung, menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dengan nilai berkisar antara Rp 50.000 hingga Rp 70.000. Padahal, untuk pelaksanaan UN ini telah dibiayai oleh pemerintah pusat dan daerah.(A-211/A-147)***

Baca Juga

Mengenalkan Potensi Bahari Sejak Dini

PENDIDIKAN
Mengenalkan Potensi Bahari Sejak Dini

CIREBON,(PRLM).-Cuaca panas menyengat yang menerpa Kota Cirebon Senin (27/4/2015) siang, tidak menyurutkan antusiasme 100 anak-anak SD untuk bergiliran naik ke dek kapal patroli milik Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Cirebon.

Al Masoem Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Perbankan Syariah

PENDIDIKAN

SOREANG, (PRLM).- Yayasan Al Masoem Bandung menambah jenis pendidikan yang dibinanya berupa Sekolah Tinggi Ilmu Perbankan (Stibank) Syariah.

Ujian Nasional 2015

Wabup Majalengka Menjamin Soal UN tidak Bocor

PENDIDIKAN

MAJALENGKA,(PRLM).-Wakil Bupati Majalengka Karna Sobahi memberikan jaminan pada masyarakat bahwa soal Ujian Nasional SMP tidak akan bocor, karena setiap soal UN memiliki barcode masing-masing sebagai tanda pengaman, serta ketatnya pengawasan dan pengamanan yang dilakukan semua pihak.

Ujian Nasional 2015

Menag Tinjau MTsN Pamulang Tangerang Selatan

PENDIDIKAN

TANGERANG SELATAN, (PRLM).- Sebanyak 996.428 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs.) seluruh Indonesia mengikuti Ujian Nasional (UN) yang mulai berlangsung, Senin (4/5/2015).