Pendidikan Bukan Hanya Proses Transformasi Pengetahuan

KASUBDIT Pembelajaran & Evaluasi Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Enah Suminah memberikan penjelasan dihadapan lebih dari 200  guru Taman Kanak-Kanak Kota Bandung dalam One Day Workshop Smart Character Bu
WIDI KUSUMA/PRLM
KASUBDIT Pembelajaran & Evaluasi Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Enah Suminah memberikan penjelasan dihadapan lebih dari 200 guru Taman Kanak-Kanak Kota Bandung dalam One Day Workshop Smart Character Building with Fun-Doh di SMAN 8, Jln. Selontongan, Kota Bandung, Sabtu (18/5/2013).*

BANDUNG,(PRLM).- Manusia Indonesia dibentuk melalui pendidikan nasional merupakan manusia komprehensif. Artinya cerdas dari segi intelektual, emosional dan sprituall. Pendidikan anak usia dini memiliki posisi strategid mencapai tujuan tersebut karena sebagai landasan awal dalam proses pendidikan selanjutnya.

"Pendidikan bukan hanya proses transformasi pengetahuan dan keterampilan tapi terpenting adalah pemupukan karakter dan pemupukan attitude," kata Kasubdit Pembelajaran & Evaluasi Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Enah Suminah dalam One Day Workshop Smart Character Building with Fun-Doh di SMAN 8, Jln. Selontongan, Kota Bandung, Sabtu (18/5/2013). Lokakarya itu dihadiri 265 guru Taman Kanak-Kanak Kota Bandung.

Menurut dia, pendidikan harus terjadi di semua bidang, tidak hanya di sekolah tapi juga di masyarakat dan rumah. Attitude ini bisa saja membuat semua orang menjadi berbeda. Perilaku merupakan hal kecil tapi dapat membuat perbedaan besar.

"Kalau kita kehilangan duit tidak masalah tapi kalau kehilangan atitude atau karakter maka kehilangan semuanya. Karakter itu kejayaan umat tapi tanpa karakter maka hilang kejayaan bangsa. Begitu karakter hilang maka hanya tubuh saja," ujar Enah. (A-208/A_88)***

Baca Juga

Sistem Pembelajaran Unik Dengan Robot, Drone, dan VR

Di era yang semakin modern ini, ruang kelas di sekolah-sekolah mulai menerapkan berbagai teknologi tinggi. Mulai dari papan interaktif, menggunakan laptop, dan juga pembelajaran online semakin berkembang.

Dosen Jangan Hanya Incar Jabatan Struktural

JAKARTA, (PR).- Direktur Jendral Sumber Daya Iptek dan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Ali Ghufron Mukti menegaskan, untuk meningkatkan jumlah publikasi jurnal ilmiah internasional, seorang dosen jangan hanya mengincar jabatan struktural lektor kepala.