Buruh di Kamboja Hanya Dibayar Rp 600 Ribu per Bulan

LUAR NEGERI

TOKYO, (PRLM).- Sama seperti di Bangladesh, industri garmen termasuk sepatu merupakan penyerap tenaga kerja terbesar di Kamboja. Dilaporkan, lebih dari setengah juta jiwa rakyat Kamboja bekerja di 500 pabrik garmen dan sepatu dengan upah minimum antara Rp 600 ribu sampai dengan Rp 750 ribu per bulan.

Nilai ekspor industri garmen dan sepatu di Kamboja pada 2012 lalu cukup besar, mencapai 4 miliar dolar AS atau Rp 40 triliun.

Seperti dilaporkan Reuters, Kamis (16/5/13), setelah kasus runtuhnya pabrik garmen di Bangladesh yang menewaskan lebih dari 1.100 orang, kini pabrik sepatu olah raga "Wing Star" di Provinsi Kampong Speu, Phnom Penh, Kamboja, runtuh yang menyebabkan dua buruh tewas dan tujuh lainnya luka parah. Pabrik tersebut memproduksi sepatu merek ternama dunia "Asics". (A-133/A-108)***

Baca Juga

Utusan Khusus PBB untuk Suriah Akhiri Lawatan ke Iran

LUAR NEGERI

TEHERAN, (PRLM).- Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura hari Minggu (10/1) telah mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif di Teheran, dan menggambarkan pertemuan itu sebagai hal yang ‘’bermanfaat’’ menjelang perundingan perdamaian akhir bulan nanti.

Pakistan Pimpin Perundingan Perdamaian Afghanistan

LUAR NEGERI

ISLAMABAD, (PRLM).- Perundingan empat negara hari Senin (11/1/2016) di ibukota Pakistan merupakan yang pertama dari serangkaian perundingan yang direncanakan bulan ini untuk menentukan kembali peta jalan dan menciptakan kondisi untuk memulai kembali proses perdamaian Afghanistan.

Dugaan Serangan Perparah Krisis Imigrasi Uni Eropa

LUAR NEGERI

COLOGNE, (PRLM).- Krisis imigrasi Eropa memasuki babak baru setelah ada laporan bahwa serangan terhadap perempuan pada malam Tahun Baru di Cologne (Jerman) dan kota-kota lain dilakukan oleh kelompok-kelompok imigran.

Iran Bebaskan Pelaut Amerika

LUAR NEGERI

TEHERAN, (PRLM).- Sebuah pernyataan dari Pentagon mengatakan, tidak ada petunjuk bahwa 9 laki-laki dan seorang perempuan anggota AL Amerika disakiti ketika dalam tahanan Iran.