Buruh di Kamboja Hanya Dibayar Rp 600 Ribu per Bulan

TOKYO, (PRLM).- Sama seperti di Bangladesh, industri garmen termasuk sepatu merupakan penyerap tenaga kerja terbesar di Kamboja. Dilaporkan, lebih dari setengah juta jiwa rakyat Kamboja bekerja di 500 pabrik garmen dan sepatu dengan upah minimum antara Rp 600 ribu sampai dengan Rp 750 ribu per bulan.

Nilai ekspor industri garmen dan sepatu di Kamboja pada 2012 lalu cukup besar, mencapai 4 miliar dolar AS atau Rp 40 triliun.

Seperti dilaporkan Reuters, Kamis (16/5/13), setelah kasus runtuhnya pabrik garmen di Bangladesh yang menewaskan lebih dari 1.100 orang, kini pabrik sepatu olah raga "Wing Star" di Provinsi Kampong Speu, Phnom Penh, Kamboja, runtuh yang menyebabkan dua buruh tewas dan tujuh lainnya luka parah. Pabrik tersebut memproduksi sepatu merek ternama dunia "Asics". (A-133/A-108)***

Baca Juga

Lima Kota dengan Transportasi Publik Terbaik

DARI Munich hingga Taipei, laman berita BBC merangkum lima kota yang memiliki sistem transportasi publik efisien dan terintegrasi dengan baik. Tentu saja sistem demikian memberi kemudahan warga dalam beraktivitas.

Pengelolaan Tahura Perlu Meniru Qingxiu Mountain

NANNING, (PR).- Dalam kesempatan rangkaian kunjungan kerja pemerintah provinsi Jawa Barat ke Tiongkok, rombongan diajak oleh Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) Guang Zhou untuk mengunjungi, Qingxiu Mountain Resort, di Kota Nanning, Provinsi Guangxi Zhuang, Sabtu, 6 Mei 2017 pagi.