Buruh di Kamboja Hanya Dibayar Rp 600 Ribu per Bulan

TOKYO, (PRLM).- Sama seperti di Bangladesh, industri garmen termasuk sepatu merupakan penyerap tenaga kerja terbesar di Kamboja. Dilaporkan, lebih dari setengah juta jiwa rakyat Kamboja bekerja di 500 pabrik garmen dan sepatu dengan upah minimum antara Rp 600 ribu sampai dengan Rp 750 ribu per bulan.

Nilai ekspor industri garmen dan sepatu di Kamboja pada 2012 lalu cukup besar, mencapai 4 miliar dolar AS atau Rp 40 triliun.

Seperti dilaporkan Reuters, Kamis (16/5/13), setelah kasus runtuhnya pabrik garmen di Bangladesh yang menewaskan lebih dari 1.100 orang, kini pabrik sepatu olah raga "Wing Star" di Provinsi Kampong Speu, Phnom Penh, Kamboja, runtuh yang menyebabkan dua buruh tewas dan tujuh lainnya luka parah. Pabrik tersebut memproduksi sepatu merek ternama dunia "Asics". (A-133/A-108)***

Baca Juga

SEJUMLAH mahasiswi yang tergabung dalam Badan Koordinasi Muslimah KAMMI daerah Bandung melakukan aksi unjuk rasa, di depan Gedung Sate, Jln. Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (14/9). Aksi unjuk rasa yang dilakukan dalam rangka peringatan International Hijab

Begini Awal Mula International Hijab Solidarity Day

Beberapa hari ke depan, perempuan muslim akan merayakan International Hijab Solidarity Day atau yang biasa disingkat dengan IHSD merupakan salah satu momen bagi para wanita muslim di beberpa negara untuk mengampanyekan pemakian hijab di dunia.

Roket SpaceX Meledak, Satelit Facebook Rusak

FLORIDA, (PR).- Roket milik SpaceX meledak di launch pad Cape Canaveral pada Kamis, 1 September pagi waktu setempat. Akibatnya, roket serta sebuah satelit yang rencananya akan diluncurkan pada Sabtu, 3 Agustus 2016 tersebut rusak.

Setahun Tragedi Mina, Iran-Arab Saudi Perang Mulut

RIYADH, (PR).- Hubungan Iran dan Arab Saudi kembali memanas setelah kedua negara saling melontarkan kecaman terkait tragedi Mina yang menewaskan 2.426 jemaah haji termasuk 400 jemaah haji asal Iran, negara dengan korban tewas terbanyak.