Buruh di Kamboja Hanya Dibayar Rp 600 Ribu per Bulan

TOKYO, (PRLM).- Sama seperti di Bangladesh, industri garmen termasuk sepatu merupakan penyerap tenaga kerja terbesar di Kamboja. Dilaporkan, lebih dari setengah juta jiwa rakyat Kamboja bekerja di 500 pabrik garmen dan sepatu dengan upah minimum antara Rp 600 ribu sampai dengan Rp 750 ribu per bulan.

Nilai ekspor industri garmen dan sepatu di Kamboja pada 2012 lalu cukup besar, mencapai 4 miliar dolar AS atau Rp 40 triliun.

Seperti dilaporkan Reuters, Kamis (16/5/13), setelah kasus runtuhnya pabrik garmen di Bangladesh yang menewaskan lebih dari 1.100 orang, kini pabrik sepatu olah raga "Wing Star" di Provinsi Kampong Speu, Phnom Penh, Kamboja, runtuh yang menyebabkan dua buruh tewas dan tujuh lainnya luka parah. Pabrik tersebut memproduksi sepatu merek ternama dunia "Asics". (A-133/A-108)***

Baca Juga

92 Orang Tewas pada Insiden Kecelakaan Pesawat di Rusia

MOSKOW, (PR).- Insiden kecelakaan pesawat kembali menimpa pesawat Rusia. Seperti dilaporkan AFP, Minggu ‚Äč25 Desember 2016, pesawat Tupolev Tu-154 milik Kementerian Pertahanan Rusia hilang dari radar dua menit setelah lepas landas dari salah satu resor di kawasan Laut Hitam, Sochi.

Rusia Nilai Langkah AS Pasok Senjata Pemberontak Suriah Sebagai Permusuhan

MOSKOW, (PR).- Rusia, Selasa 27 Desember 2016 menyatakan, keputusan Amerika Serikat melonggarkan larangan untuk mempersenjatai pemberontak Suriah telah membuka jalan bagi pengiriman rudal antipesawat. Hal itu menjadi langkah yang dinilai mengancam pasukan Rusia di Suriah.

Warga dan Politisi AS Risaukan Kebijakan Donald Trump

WASHINGTON, (PR).- Kurang dari tiga pekan, kepemimpinan di AS akan berganti dari Presiden Barack Obama kepada presiden terpilih, Donald Trump. Selama masa transisi, tepatnya sejak Trump menang atas Hillary Clinton, pengusaha asal New York tersebut telah membuat sejumlah warga risau.

Facebook Kebobolan Tayangkan Video Kejam dan Rasis

LOS ANGELES, (PR).- Facebook kebobolan setelah video penyiksaan pria difabel kulit putih oleh empat warga Afro-Amerika sempat disiarkan secara langsung di media sosial terpopuler di dunia tersebut.